Menu
Sign in
@ Contact
Search
Inflasi di Amerika Serikat kini pada level tertinggi dalam 40 tahun. (Foto: AFP/Patrick T Fallon)

Inflasi di Amerika Serikat kini pada level tertinggi dalam 40 tahun. (Foto: AFP/Patrick T Fallon)

Pejabat Fed: Inflasi AS Butuh Waktu untuk Turun

Selasa, 4 Oktober 2022 | 11:44 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

WASHINGTON, investor.id – Sementara ada beberapa tanda bahwa tekanan inflasi global dan domestik mereda, tingginya harga-harga telah menyebar dan membuatnya lebih sulit untuk dipadamkan dengan cepat, kata seorang pejabat tinggi Federal Reserve (Fed).

Permintaan yang kuat untuk barang dan pekerja akan terus menekan inflasi, yang telah mencapai level tertinggi dalam 40 tahun, kata Presiden Fed Bank New York John Williams.

“Ini menghasilkan inflasi berbasis luas, yang akan membutuhkan waktu lebih lama untuk diturunkan,” katanya, dilansir dari AFP pada Selasa (4/10).

Baca juga: Fed Bisa Hindari Sakit Mendalam dalam Pertarungan Inflasi

Harga-harga melonjak selama tahun lalu, sebagian karena hambatan rantai pasokan di seluruh dunia. Kondisi ini menciptakan kekurangan komponen utama, seperti chip komputer yang dibutuhkan untuk mobil dan alat-alat elektronik.

Masalah-masalah itu diperburuk oleh kebijakan nol kasus Covid-19 di Tiongkok dan serangan militer Rusia ke Ukraina, yang membuat harga pangan dan energi melonjak.

Kendala pasokan itu berkurang sementara kenaikan suku bunga mendinginkan permintaan, membantu menurunkan harga banyak komoditas seperti kayu, yang seharusnya menurunkan inflasi, kata Williams dalam pidatonya di Konferensi Nasional Kamar Dagang Hispanik Amerika Serikat (AS) di Phoenix, Arizona.

“Sayangnya, itu saja untuk kabar baik tentang inflasi,” imbuhnya. Williams memperingatkan bahwa faktor-faktor itu tidak akan cukup dengan sendirinya untuk membawa inflasi kembali ke tujuan 2% Fed.

The Fed telah bergerak agresif tahun ini untuk mengurangi permintaan guna membantu mendorong harga lebih rendah, menaikkan suku bunga lima kali, dengan total tiga poin persentase atau 300 basis poin (bps). Bank sentral tersebut mengatakan lebih banyak kenaikan akan datang tahun ini.

“Dari Main Street ke Wall Street ... inflasi adalah perhatian nomor 1. Pekerjaan kami belum selesai,” tambah Williams.

Bahkan ketika masalah pasokan membaik, permintaan akan barang tetap tinggi dalam waktu lama, melampaui apa yang dapat diproduksi dan dibawa ke pasar. Sementara permintaan tenaga kerja dan jasa jauh melampaui pasokan yang tersedia.

Baca juga: Kenaikan Suku Bunga Fed Masih akan Tetap Agresif

Namun, ia berharap langkah Fed yang agresif bersama dengan langkah serupa oleh bank sentral utama lainnya akan membantu memulihkan keseimbangan secara global.

Williams mengatakan kombinasi dari pendinginan permintaan global dan peningkatan pasokan yang stabil akan berkontribusi pada penurunan inflasi menjadi sekitar 3% tahun depan.

Indeks pilihan The Fed menunjukkan inflasi tahunan melambat menjadi 6,2% pada Agustus 2022, dari puncak 7,0% di bulan sebelumnya.

Williams mengatakan dirinya memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS mendekati datar tahun ini dan mencatat pertumbuhan moderat pada 2023, dengan sedikit peningkatan pengangguran.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com