Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Rusia Vladimir Putin berfoto bersama Denis Pushilin, Leonid Pasechnik, Vladimir Saldo, Yevgeny Balitsky di Aula Georgievsky di Istana Kremlin Besar di Moskow, Rusia pada 30 September 2022. Empat orang tersebut menjadi pemimpin bentukan Rusia di wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, serta Zaporizhzhia Ukraina yang dianeksasi. (Foto: Sputnik/Dmitry Astakhov/Pool via REUTERS)

Presiden Rusia Vladimir Putin berfoto bersama Denis Pushilin, Leonid Pasechnik, Vladimir Saldo, Yevgeny Balitsky di Aula Georgievsky di Istana Kremlin Besar di Moskow, Rusia pada 30 September 2022. Empat orang tersebut menjadi pemimpin bentukan Rusia di wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, serta Zaporizhzhia Ukraina yang dianeksasi. (Foto: Sputnik/Dmitry Astakhov/Pool via REUTERS)

Update Perang di Ukraina: Dewan Rusia Meratifikasi Aneksasi 4 Wilayah Ukraina

Selasa, 4 Oktober 2022 | 17:01 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

MOSKOW, investor.id – Majelis tinggi parlemen Rusia pada Selasa (4/10) memberikan suara untuk menyetujui penggabungan empat wilayah Ukraina ke dalam Rusia. Pemerintah Rusia secara resmi menganeksasi empat wilayah yang direbut dari Ukraina selama konflik tujuh bulan.

Dalam sesi Selasa, Dewan Federasi tersebut dengan suara bulat meratifikasi undang-undang untuk mencaplok wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia di Ukraina, menyusul voting serupa di Duma Negara, majelis rendah Rusia, kemarin.

Dokumen-dokumen tersebut sekarang diserahkan kembali ke Kremlin untuk tanda tangan terakhir Presiden Rusia Vladimir Putin, sehingga secara resmi mencaplok empat wilayah yang mewakili sekitar 18% dari negara Ukraina yang diakui secara internasional.

Baca juga: Update Perang di Ukraina: Pasukan Rusia Diklaim Terdorong Mundur

Pemerintah Rusia mengumumkan pencaplokan itu setelah mengadakan apa yang disebutnya referendum di wilayah-wilayah pendudukannya di Ukraina. Pemerintah negara-negara Barat dan Ukraina mengatakan voting itu melanggar hukum internasional, bersifat memaksa, dan tidak representatif.

Meskipun telah melewati parlemen Rusia, Kremlin belum secara resmi menetapkan perbatasan wilayah baru, meski sebagian besar berada di bawah kendali pasukan Ukraina. Dengan demikian, masih belum jelas di mana pemerintah Rusia akan membatasi perbatasan internasionalnya sendiri setelah pencaplokan selesai.

Pada Senin (3/10), juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan konsultasi sedang berlangsung mengenai perbatasan wilayah Zaporizhzhia dan Kherson.

Pemerintah Rusia tidak memiliki kendali penuh atas salah satu dari empat wilayah tersebut.

Pasukan Ukraina Rebut Kembali Wilayahnya

Sementara itu, pasukan Ukraina membuat lebih banyak kemajuan di medan perang. Pihaknya kini mengambil wilayah puluhan kilometer di belakang garis depan sebelumnya di wilayah Kherson selatan, menurut laporan pejabat Rusia.

Sementara pasukannya hanya menguasai sekitar 60% wilayah Donetsk dan 70% Zaporizhzhia, kemajuan Ukraina baru-baru ini juga telah mendorong di garis depan ke Luhansk. Wilayah ini yang diklaim oleh pasukan Rusia pada Juli 2022.

Militer Ukraina mulai memaksa pasukan Rusia keluar di selatan akhir pekan lalu, yakni dari kota timur Lyman. Ini berarti dua wilayah “teraneksasi” Vladimir Putin tidak sepenuhnya berada di bawah kendali Rusia.

Inilah yang perlu Anda ketahui pagi ini:

1. Pasukan Ukraina merebut kembali beberapa desa di sepanjang Sungai Dnipro yang strategis pada Senin, kata pejabat Ukraina dan seorang pemimpin yang ditempatkan Rusia di daerah itu,

2. Ukraina mengatakan telah menghentikan operasi 31 tank Rusia di selatan bersama dengan satu peluncur roket ganda,

3. Kemajuan selatan menargetkan jalur pasokan sebanyak 25.000 tentara Rusia di tepi barat Dnipro,

4. Sebagai tanda Ukraina sedang membangun momentum di front timur, Reuters melihat kolom kendaraan militer Ukraina maju pada Senin untuk memperkuat pusat kereta api Lyman. Tempat itu kembali direbut pada akhir pekan lalu, bersamaan dengan memperkuat sebuah pos untuk menekan ke wilayah Donbas;

Baca juga: Kelompok Pro Rusia Galang Kripto untuk Militer dan Hindari Sanksi AS

5. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan tentara Ukraina telah merebut kembali kota-kota di sejumlah daerah, tanpa memberikan rincian. Itu terjadi setelah dia mengonfirmasi kota timur Lyman di Donetsk telah sepenuhnya dibersihkan dari pasukan Rusia. Perebutan kembali kota itu, yang telah berada di bawah kendali Rusia sejak Mei 2022, menandai kemenangan lain bagi Ukraina dalam serangan balasannya.

“Pusat-pusat populasi baru telah dibebaskan di beberapa wilayah. Pertempuran sengit sedang terjadi di beberapa sektor garis depan,” kata Zelensky dalam sebuah pidato video, Selasa (4/10).

6. Miliarder Elon Musk meminta pengguna Twitter untuk mempertimbangkan rencana mengakhiri perang, termasuk mengusulkan pemilihan yang diawasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di empat wilayah yang diduduki, serta mengakui Krimea yang direbut Rusia pada 2014 sebagai wilayah Rusia. Rencana itu langsung mendapat kecaman dari Ukraina, termasuk dari Zelensky.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : Sky News

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com