Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pejalan kaki berjalan di bawah layar video besar yang menampilkan pemberitaan terkait pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un di Tokyo, Jepang pada 4 Oktober 2022, setelah Korut meluncurkan rudal pada pagi hari yang memicu peringatan evakuasi ketika terbang di atas timur laut Jepang. (Foto: Richard A. Brooks / AFP)

Pejalan kaki berjalan di bawah layar video besar yang menampilkan pemberitaan terkait pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un di Tokyo, Jepang pada 4 Oktober 2022, setelah Korut meluncurkan rudal pada pagi hari yang memicu peringatan evakuasi ketika terbang di atas timur laut Jepang. (Foto: Richard A. Brooks / AFP)

Korsel dan AS Tembakkan Rudal untuk Tanggapi Korut

Rabu, 5 Okt 2022 | 10:23 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SEOUL, investor.id – Militer Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) menembakkan peluru kendali ke laut sebagai tanggapan atas penembakan rudal balistik Korea Utara (Korut) di atas Jepang, kata pemerintah Korsel pada Rabu (5/10).

Sebelumnya Korut yang bersenjata nuklir menembakkan rudal balistik jarak menengah di atas Jepang untuk pertama kalinya dalam lima tahun pada Selasa (4/10). Ini mendorong pemerintah negara tersebut mengeluarkan peringatan evakuasi bagi sejumlah penduduk.

Pemerintah Korsel dan AS juga melakukan latihan militer sebagai tanggapan, menembakkan rudal darat ke darat (GGM) ke Laut Timur, juga dikenal sebagai Laut Jepang, kata militer Korsel.

Baca juga: KBRI Tokyo Imbau WNI Patuhi Pemerintah Soal Rudal Korut

Advertisement

Kedua militer menembakkan dua rudal balistik jarak pendek Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat (ATacMS) ke dalam air untuk secara tepat menyerang target virtual, kata Kepala Staf Gabungan.

“(Latihan) menunjukkan kemampuan dan kesiapan untuk menetralisir asal provokasi sambil mempertahankan postur pemantauan yang konstan,” katanya dalam sebuah pernyataan, Rabu (5/10).

Militer juga mengonfirmasi bahwa rudal Korsel gagal segera setelah diluncurkan dan jatuh, tanpa menimbulkan korban.

Pada Selasa (4/10), jet tempur Korsel dan AS telah melakukan latihan pengeboman di sebuah sasaran di Laut Kuning.

“(Latihan tersebut bertujuan untuk) memastikan bahwa kita memiliki kemampuan militer yang siap untuk menanggapi provokasi oleh Korea Utara jika itu terjadi,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby, dilansir dari CNN.

“Seharusnya tidak sampai seperti itu. Kami telah menjelaskan kepada Kim Jong Un bahwa kami bersedia untuk duduk (dalam pembicaraan) tanpa prasyarat. Kami ingin melihat denuklirisasi semenanjung Korea,” katanya.

“Dia belum menunjukkan kecenderungan untuk bergerak ke arah itu, dan sejujurnya dia bergerak ke arah yang berlawanan dengan terus melakukan uji coba rudal ini, yang merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan,” lanjut Kirby.

Baca juga: Wapres AS Kunjungi DMZ Korea Setelah Uji Coba Rudal Korut

Peluncuran rudal terbaru dari Korut adalah bagian dari rekor uji coba senjata tahun ini. Baru-baru ini Korut merevisi undang-undangnya untuk menyatakan tenaga nuklir negaranya tidak dapat diubah.

Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida mengecam peluncuran terbaru Korut dalam istilah yang paling kuat.

Presiden Korut Yoon Suk-yeol menyebut peluncuran itu sebagai provokasi. Ia berjanji akan tanggapan tegas.

Uji coba rudal Selasa adalah peluncuran rudal kelima korut dalam 10 hari. Korut tidak secara rutin mengomentari tes senjatanya di media pemerintah, namun pihaknya telah menguji senjata nuklir enam kali sejak 2006, terakhir pada 2017.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com