Menu
Sign in
@ Contact
Search
Anjungan minyak di dekat Usinsk, 1500 kilometer arah timur laut Moskow, Rusia pada 10 September 2011. (Foto: AP/Dmitry Lovetsky)

Anjungan minyak di dekat Usinsk, 1500 kilometer arah timur laut Moskow, Rusia pada 10 September 2011. (Foto: AP/Dmitry Lovetsky)

Bos TotalEnergies: Pembatasan Harga Minyak Untungkan Putin

Kamis, 6 Okt 2022 | 10:02 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

LONDON, investor.id – Kepala perusahaan energi Prancis TotalEnergies mengatakan kemungkinan pembatasan harga minyak Rusia selama perang Ukraina akan menguntungkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Ketua dan CEO grup tersebut, Patrick Pouyanne, menyampaikan pernyataan itu pada pertemuan industri Forum Intelijen Energi di London pusat, Inggris.

“Sejujurnya, saya tidak yakin bahwa pembatasan harga minyak Rusia adalah ide yang bagus,” kata Pouyanne kepada para delegasi ketika ditanyai tentang langkah G7 baru-baru ini menuju kebijakan semacam itu, dilansir dari AFP pada Kamis (6/10).

Baca juga: AS Kecam OPEC+ karena Kurangi Produksi Minyak Besar-Besaran

Advertisement

“Saya pikir itu ide yang buruk karena ini adalah cara untuk mengembalikan kepemimpinan (Presiden Rusia) Vladimir Putin dan saya tidak akan pernah melakukan itu,” lanjutnya.

Uni Eropa (UE) pekan lalu mengusulkan babak baru sanksi terhadap Rusia, termasuk pembatasan harga minyak.

Sebagai bagian dari babak baru sanksi, yang harus ditandatangani oleh 27 negara blok itu, UE menetapkan dasar hukum untuk pembatasan harga minyak Rusia yang sejalan dengan perjanjian G7.

“Yang saya yakin adalah jika kita melakukan itu (pembatasan), maka Putin akan mengatakan bahwa ‘kami tidak menjual minyak saya’ dan harganya tidak akan berada di US$ 95, itu akan menjadi US$ 150. Saya tidak akan memberikannya untuk Vladimir Putin,” tegasnya.

Pernyataan itu datang pada hari yang sama ketika negara-negara pengekspor minyak (OPEC) dan sekutunya (OPEC+) yang dipimpin Rusia menyetujui pengurangan produksi besar-besaran, menghapus dua juta barel per hari (bpd) sejak November 2022 untuk meningkatkan harga minyak.

“Ada alasan mengapa Rusia siap untuk berpartisipasi dalam pemotongan OPEC, karena mereka tidak yakin apakah mereka akan menemukan orang untuk membeli minyak ini,” kata Pouyanne.

CEO Shell Ben van Beurden telah menyatakan pada acara yang sama di London pada Selasa (4/10) bahwa tidak jelas seberapa efektif pembatasan harga pada minyak mentah Rusia.

Baca juga: Harga Minyak Naik Menunggu Pengurangan Produksi OPEC

Pemerintah Rusia memperingatkan pada Rabu (5/10) bahwa potensi pembatasan harga minyak Rusia akan memiliki efek merugikan di pasar global.

“Langkah seperti itu mengganggu semua mekanisme pasar dan dapat memiliki efek yang sangat merugikan pada industri minyak global,” kata Wakil Perdana Menteri Alexander Novak kepada televisi pemerintah Rusia.

Novak mengatakan perusahaan Rusia tidak akan memasok minyak ke negara-negara yang memberlakukan pembatasan seperti itu.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com