Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) yang menjadi perdana menteri (PM) Malaysia ke-10 pada 23 November 2022. (Foto: Mohd RASFAN / AFP)

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) yang menjadi perdana menteri (PM) Malaysia ke-10 pada 23 November 2022. (Foto: Mohd RASFAN / AFP)

Pemimpin Oposisi Anwar Ibrahim Jadi PM ke-10 Malaysia

Kamis, 24 November 2022 | 15:25 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

KUALA LUMPUR, investor.id – Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim diangkat sebagai perdana menteri (PM) pada Kamis (24/11), menjadi PM ke-10 negara tersebut. Pengangkatannya mengakhiri kebuntuan politik selama berhari-hari, setelah hasil pemilu yang tidak meyakinkan.

Pria berusia 75 tahun itu dijadwalkan akan dilantik pada pukul 5 sore (0900 GMT), menjadi pemimpin keempat negara itu dalam beberapa tahun mendatang.

Kenaikannya akan mengakhiri kehidupan politik yang bergejolak bagi Anwar, di mana dia telah duduk di dekat puncak kekuasaan, serta menjalani hukuman penjara atas tuduhan korupsi dan sodomi.

“Setelah mempertimbangkan pandangan Yang Mulia Penguasa Melayu, Yang Mulia telah memberikan persetujuan untuk mengangkat Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri ke-10 Malaysia,” bunyi pernyataan Kamis dari istana raja, Sultan Abdullah Ahmad Shah.

Baca juga: Raja Malaysia Serukan Pertemuan Bangsawan untuk Pecahkan Kebuntuan Politik

Koalisi multietnis Pakatan Harapan Anwar memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan akhir pekan lalu, dengan kampanye antikorupsi.

Tapi total 82 kursi kurang dari 112 yang dibutuhkan.

Raja telah memanggil Anwar dan mantan perdana menteri Muhyiddin Yassin, yang blok Perikatan Nasionalnya mendapat 73 kursi, dalam upaya untuk memecahkan kebuntuan. Tetapi tidak ada kesepakatan yang dapat dicapai.

Muhyiddin, yang didukung oleh partai Islam, mengatakan pada Selasa (22/11) bahwa raja pada awalnya meminta dirinya dan Anwar untuk membentuk “pemerintahan persatuan”.

Perjalanan Rollercoaster

Bagi Anwar, jabatan perdana menteri adalah puncak rollercoaster di politik selama 25 tahun.

Mantan aktivis mahasiswa yang berapi-api itu dekat dengan kekuasaan pada akhir 1990-an, sebagai kepala keuangan dan wakil PM Mahathir Mohamad.

Namun keduanya berselisih tentang bagaimana menangani krisis keuangan Asia 1997-1998.

Mahathir memecat Anwar, yang juga dikeluarkan dari partai mereka saat itu yakni Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO). Ia didakwa melakukan korupsi dan sodomi.

Anwar dijatuhi hukuman enam tahun penjara karena korupsi pada 1999, dengan tambahan sembilan tahun ditambahkan untuk tuduhan sodomi pada tahun berikutnya, dua hukuman tersebut dijalankan secara berurutan.

Baca juga: Elon Musk Indikasikan Pabrik Baru di Asia, Korsel Kandidat Teratas

Saat Anwar mengklaim penganiayaan politik, protes jalanan meletus, dan berkembang menjadi gerakan yang menyerukan reformasi demokrasi.

Perselisihan Mahathir-Anwar telah mendominasi dan membentuk politik Malaysia selama empat dekade terakhir. “Bergantian membawa keputusasaan dan harapan, kemajuan dan kemunduran dalam pemerintahan negara,” menurut Oh Ei Sun dari Pusat Penelitian Pasifik Malaysia.

Mahkamah Agung Malaysia membatalkan hukuman sodomi Anwar pada 2004 dan memerintahkan dia dibebaskan.

Lama Datang

Anwar bersekutu dengan Mahathir selama pemilu 2018, ketika mantan penyiksanya keluar dari masa pensiunnya untuk menantang petahana Najib Razak, yang terperosok dalam skandal keuangan 1MDB bernilai miliaran dolar.

Aliansi mereka mencetak kemenangan bersejarah melawan UMNO dan Najib, yang kini menjalani hukuman penjara 12 tahun karena korupsi.

Mahathir menjadi PM untuk kedua kalinya, dengan kesepakatan untuk menyerahkan jabatan PM kepada Anwar nanti.

Dia tidak pernah memenuhi pakta itu dan aliansi mereka runtuh setelah 22 bulan, meninggalkan Anwar dengan tangan kosong lagi.

Baca juga: Wih, Kapitalisasi Pasar Saham RI Terbesar di ASEAN

“Ini adalah waktu yang lama untuk Anwar Ibrahim,” kata Asrul Hadi Abdullah Sani, wakil direktur pelaksana di firma penasehat strategis Bower Group Asia, dilansir dari AFP.

“Salah satu agendanya adalah untuk memastikan dia mampu memenuhi agenda reformasinya saat dia ingin menstabilkan koalisi federal yang longgar,” lanjutnya.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com