Menu
Sign in
@ Contact
Search
Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah (kanan) dan Perdana Menteri Malaysia yang baru diangkat Anwar Ibrahim (kiri) mengambil bagian dalam upacara pengambilan sumpah di Istana Nasional di Kuala Lumpur pada 24 November 2022. (FOTO: MOHD RASFAN / POOL / AFP)

Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah (kanan) dan Perdana Menteri Malaysia yang baru diangkat Anwar Ibrahim (kiri) mengambil bagian dalam upacara pengambilan sumpah di Istana Nasional di Kuala Lumpur pada 24 November 2022. (FOTO: MOHD RASFAN / POOL / AFP)

4 Pertanyaan Kunci Saat Anwar Ibrahim Jadi PM Baru Malaysia

Jumat, 25 November 2022 | 14:02 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

KUALA LUMPUR, investor.id – Politisi reformis Anwar Ibrahim dilantik sebagai PM ke-10 Malaysia pada Kamis (24/11), mengakhiri kebuntuan politik selama berhari-hari setelah pemilihan akhir pekan yang tidak meyakinkan.

Pria berusia 75 tahun itu menjadi pemimpin keempat negara itu dalam beberapa tahun di tengah harapan stabilitas politik, mengakhiri karir politiknya yang bergejolak.

Berikut adalah beberapa pertanyaan kunci saat dia memulai pemerintahannya.

Apa Tantangan Terbesar Anwar?

“Tantangan terbesarnya adalah memimpin Malaysia keluar dari kelesuan ekonomi setelah pandemi. Pengangkatannya juga akan disambut baik secara internasional karena Anwar dikenal sebagai seorang Muslim demokrat di seluruh dunia,” kata James Chin, profesor studi Asia di University of Tasmania, kepada AFP pada Jumat (25/11).

Warga Malaysia menghadapi harga makanan yang melonjak, mata uang ringgit yang jatuh, dan upah yang stagnan.

Baca juga: Pemimpin Oposisi Anwar Ibrahim Jadi PM ke-10 Malaysia

Pemerintah telah merevisi perkiraan pertumbuhan untuk 2022 menjadi 6,5%-7,0% dari sebelumnya 5,3%-6,3% untuk tahun ini, tetapi memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melambat menjadi 4,0%-5,0% tahun depan.

“Tantangan terbesar Anwar adalah meloloskan anggaran dan menghidupkan kembali perekonomian,” ujar analis Oh Ei Sun dari Pusat Riset Pasifik Malaysia.

Asrul Hadi Abdullah Sani, wakil direktur pelaksana di firma penasehat strategis Bower Group Asia, mengatakan salah satu agenda PM adalah memastikan agenda reformasinya dipenuhi. “Saat dia ingin menstabilkan koalisi federal yang longgar,” tutur Asrul.

Apa yang Akan Terjadi pada Najib dan Perang Melawan Korupsi?

Anwar, yang berkampanye dengan platform antikorupsi yang kuat, mengatakan tidak akan mengintervensi proses pengadilan.

Mantan PM Najib Razak menjalani hukuman penjara 12 tahun karena korupsi terkait perannya dalam skandal keuangan besar-besaran di dana negara 1MDB. Najib juga menghadapi puluhan dakwaan lain yang dapat membuatnya dipenjara lebih lama.

Beberapa pemimpin bekas partai yang berkuasa, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), juga menghadapi dakwaan korupsi.

Anwar mengatakan sebelum pengangkatannya, dia akan membiarkan kasus-kasus itu berjalan dengan sendirinya.

Perdana Menteri (PM) baru Malaysia Anwar Ibrahim menandatangani dokumen pada hari pertamanya di Kantor PM di Putrajaya pada 25 November 2022. (Foto: Wazari Wazir / DEPARTEMEN PENERANGAN MALAYSIA / AFP)

Bagaimana Reaksi Warga Malaysia Terhadap Penunjukan Anwar?

“Aku merinding, serius. Dia berjuang keras untuk diberi kesempatan menjadi PM. Saya harap dia tampil baik dan membuktikan kemampuannya,” kata Norhafitzah Ashruff Hassan (36).

Muhammad Taufiq Zamri (37) yang bekerja sebagai manajer produk sebuah perusahaan menyampaikan nada yang sama. “Saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata perasaan gembira yang saya rasakan atas pengumuman itu. Rasa optimisme sekarang mengalir dan saya yakin Anwar akan memimpin negara ini ke depan,” tukasnya.

Apa Itu Monarki Malaysia dan Mengapa Raja Perlu Campur Tangan?

Sebagian besar Melayu Muslim Malaysia adalah monarki konstitusional dengan pengaturan unik, di mana tahta bergilir setiap lima tahun antara penguasa sembilan negara bagian. Negara bagian dikepalai oleh keluarga kerajaan Islam berusia berabad-abad yang disebut sultan.

Sistem tersebut telah berlaku sejak kemerdekaan Malaysia dari Inggris pada 1957.

Sementara peran mereka sebagian besar bersifat seremonial, kerajaan Islam Malaysia sangat dihormati terutama dari Muslim Melayu dan mengkritik mereka dilarang keras.

Baca juga: Saham Malaysia Naik Setelah Istana Negara Umumkan PM Baru

Raja memiliki kekuasaan diskresi untuk menunjuk seorang perdana menteri yang dia yakini mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen.

Raja Malaysia saat ini, Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, harus campur tangan setelah kebuntuan politik karena tidak ada pemenang yang jelas dalam pemilihan dan ada dua saingan yang mengklaim jabatan PM.

Dia memanggil partai politik dan berkonsultasi dengan sesama sultan saat dia menyerukan pembentukan pemerintah persatuan.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com