Menu
Sign in
@ Contact
Search
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyapa warga saat meninggalkan Masjid Putra usai salat di Putrajaya pada 25 November 2020. (Foto: Arif Kartono/AFP)

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyapa warga saat meninggalkan Masjid Putra usai salat di Putrajaya pada 25 November 2020. (Foto: Arif Kartono/AFP)

PM Baru Malaysia Janji Menyatukan Negara dan Perangi Korupsi

Jumat, 25 November 2022 | 19:37 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

KUALA LUMPUR, investor.id – Perdana Menteri (PM) baru Anwar Ibrahim telah berjanji akan membuat “Malaysia untuk semua warga Malaysia”. Ia berikrar akan memerangi korupsi dan menegaskan kembali bahwa dirinya tidak akan mengambil gaji karena warga Malaysia berjuang melawan kenaikan biaya hidup.

Anwar telah berkampanye selama 24 tahun untuk jabatan tertinggi di Malaysia di tengah kudeta politik dan hukuman penjara. Ia mengatakan peningkatan ekonomi negara Asia Tenggara akan menjadi prioritasnya. Dia menambahkan Tiongkok tetap penting bagi kepentingan ekonomi Malaysia.

Menunggu 24 Tahun

Menjawab pertanyaan pada konferensi pers penuh setelah dilantik sebagai perdana menteri ke-10 negara itu pada Kamis (24/11), Anwar mengatakan dirinya akan mendorong untuk menjadikan Malaysia tempat yang tidak meminggirkan atau mengabaikan kelompok mana pun, termasuk negara bagian timur Sabah dan Sarawak.

“(Sebelumnya) cucu saya bertanya berapa lama Anda harus menunggu (upacara pelantikan)? Saya bilang tidak lama, hanya 24 tahun,” ujarnya di Sungai Long Golf and Country Club di Kuala Lumpur, Jumat (25/11).

Baca juga: 4 Pertanyaan Kunci Saat Anwar Ibrahim Jadi PM Baru Malaysia

Dia mengatakan bahwa terlepas dari cobaan dan kesengsaraan, meskipun orang lain mencoba untuk menjerat dan menggagalkan jalannya menuju jabatan perdana menteri, ia menilai Malaysia telah berhasil.

“Saya bangga untuk mengatakan bahwa kami berhasil. Bukan untuk Anwar, bukan untuk para menteri, bukan (untuk) para pemimpin partai tetapi untuk memberikan rasa percaya diri yang baru kepada semua orang Malaysia. Itu adalah tanah mereka, dan itu adalah negara mereka,” papar Anwar.

“Ada beberapa masalah inti yang tidak akan pernah kami kompromikan (pada),” katanya, mengutip tata kelola yang baik, masalah antikorupsi, dan independensi peradilan.

“Dan yang lebih penting, masalah kesejahteraan rakyat biasa yang mencakup masalah biaya hidup,” katanya menggunakan bahasa melayu untuk warga.

Hubungan Internasional

Ucapan selamat mengalir dari para pemimpin dari seluruh dunia termasuk Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong.

Sebelum konferensi pers, Anwar menerima telepon dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang katanya telah menunggu dua jam untuk berbicara dengannya.

Kedua pemimpin melakukan percakapan yang dapat didengar tentang memperdalam hubungan bilateral.

Saingan lama Anwar, Mahathir Mohamad, juga mengucapkan selamat kepadanya di media sosial.

Baca juga: Pemimpin Oposisi Anwar Ibrahim Jadi PM ke-10 Malaysia

Anwar adalah wakil Mahathir pada 1990-an, tetapi hubungan mereka berantakan dan Anwar dipecat dan akhirnya didakwa melakukan sodomi.

Ketika ditanya tentang Tiongkok saat konferensi pers, Anwar mengatakan bahwa dia akan membangun hubungan dengan Tiongkok seperti yang dia lakukan dengan negara lain.

“Tiongkok adalah tetangga yang penting. Merupakan prioritas untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Tiongkok, perdagangan, investasi. Saya tidak akan membiarkannya begitu saja, saya pikir itu perlu ditingkatkan. Demikian pula, kita perlu berhubungan dengan Amerika Serikat (AS), dengan Eropa ... dengan Asean,” katanya, mengacu pada blok 10 negara Asia Tenggara.

Apa yang Ada di Depan Anwar

Sebelum dapat melaksanakan kebijakan baru, Anwar menghadapi ujian lain bulan depan setelah mengatakan dirinya akan mengajukan mosi untuk mengadakan mosi tidak percaya pada hari pertama parlemen pada 19 Desember.

Langkah berisiko itu dilakukan saat saingannya, Muhyiddin Yassin dan pemimpin koalisi pesaing Perikatan Nasional, terus menantangnya dengan bukti bahwa dia mendapat dukungan mayoritas.

Baca juga: Saham Malaysia Naik Setelah Istana Negara Umumkan PM Baru

Perikatan Nasional meraih 73 kursi dan menjadi runner up dari Pakatan Harapan Anwar yang meraih 82 kursi.

Anwar saat jumpa pers membenarkan bahwa selain kursi yang diraih koalisinya, ia juga mendapat dukungan dari Barisan Nasional yang meraih 30 kursi dan Gabungan Parti Sarawak yang meraih 23 kursi. Itu membawanya melewati mayoritas sederhana 112 kursi yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com