Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken menghadiri sarapan bersama para (menlu) Dewan Kerja Sama Teluk selama Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-77 pada 23 September 2022 di New York City, AS. (FOTO: DAVID DEE DELGADO / POOL / AFP)

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken menghadiri sarapan bersama para (menlu) Dewan Kerja Sama Teluk selama Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-77 pada 23 September 2022 di New York City, AS. (FOTO: DAVID DEE DELGADO / POOL / AFP)

Menlu AS Peringatkan PM Israel Tentang Aneksasi

Senin, 5 Des 2022 | 08:24 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

WASHINGTON, investor.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken berjanji untuk menentang pemukiman atau aneksasi Israel di Tepi Barat. Tetapi pihaknya berjanji untuk menilai pemerintahan mendatang Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berdasarkan tindakan dan bukan kepribadian.

Netanyahu diperkirakan akan kembali berkuasa dalam beberapa hari setelah menyegel kesepakatan koalisi dengan gerakan ekstrem kanan termasuk Zionisme Religius, yang ditetapkan untuk jabatan yang bertanggung jawab atas permukiman di Tepi Barat yang diduduki.

Baca juga: Wall Street Tunggu Katalis Ringan Sebelum Pertemuan Fed

Berbicara kepada J Street, yang adalah kelompok advokasi AS pro Israel yang berhaluan kiri, Blinken memberikan ucapan selamat kepada pemimpin veteran Israel yang telah bentrok dengan pemerintahan Demokrat sebelumnya di Washington.

Advertisement

“Kami akan mengukur pemerintah dengan kebijakan yang dikejarnya daripada kepribadian individu,” kata Blinken, Senin (5/12).

Namun ia mengatakan pemerintahan Presiden AS Joe Biden akan bekerja tanpa henti untuk mempertahankan “cakrawala harapan”, betapapun redupnya, untuk pembentukan negara Palestina.

“Kami juga akan terus dengan tegas menentang tindakan apa pun yang merusak prospek solusi dua negara. Termasuk, namun tidak terbatas, pada perluasan permukiman (atau) bergerak menuju aneksasi Tepi Barat, gangguan terhadap status quo bersejarah tempat-tempat suci, penghancuran dan penggusuran, dan hasutan untuk melakukan kekerasan,” lanjutnya.

Dia mengatakan bahwa pemerintahan Biden akan menekankan prinsip-prinsip inti demokrasi. “Termasuk menghormati hak-hak orang LGBTQ dan administrasi keadilan yang setara untuk semua warga negara Israel,” tambah dia.

Baca juga: Stabilitas Politik Jadi Kunci Keberhasilan Investasi 2023

Kelompok sayap kanan dalam koalisi Netanyahu akan mencakup Noam, yang pemimpinnya Avi Maoz sangat menentang hak LGBTQ.

Netanyahu mengatakan pawai Kebanggaan Yerusalem akan berlanjut, bertentangan dengan Maoz, yang telah berjanji untuk membatalkannya.

Amerika Serikat tidak melakukan upaya diplomatik besar untuk menengahi solusi dua negara sejak kepresidenan Barack Obama. Pejabat administrasi Biden secara pribadi skeptis bahwa mereka dapat mencapai kesepakatan apa pun dengan Netanyahu.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com