Menu
Sign in
@ Contact
Search
Massa memadati tempat tes PCR di pinggir jalan di Distrik Chaoyang, Beijing, Tiongkok pada 3 Desember 2022, hingga menimbulkan antrean panjang. (Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Massa memadati tempat tes PCR di pinggir jalan di Distrik Chaoyang, Beijing, Tiongkok pada 3 Desember 2022, hingga menimbulkan antrean panjang. (Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Pelonggaran Kebijakan Nol Covid-19 Tiongkok Picu Kebingungan

Sabtu, 10 Des 2022 | 08:15 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

BEIJING, investor.id – Pelonggaran secara signifikan kebijakan ketat nol kasus Covid-19 Tiongkok yang diumumkan di tengah berlanjutnya penyebaran virus corona telah memicu kebingungan dan kecemasan di kalangan masyarakat.

Kebingungan di tengah pelonggaran kebijakan itu diwarnai dengan kondisi obat flu yang habis diborong, sementara otoritas kesehatan tidak lagi melacak kasus positif Covid-19.

Langkah-langkah pelonggaran termasuk mengizinkan mereka yang tidak memiliki gejala Covid-19 atau bergejala ringan untuk isolasi mandiri di rumah, alih-alih di fasilitas yang ditunjuk, sehingga meningkatkan permintaan obat-obatan.

Baca juga: Rupiah Naik di Tengah Ekspektasi Pelonggaran Kebijakan Covid-19 Tiongkok

Advertisement

Pelonggaran itu menyusul aksi protes nasional yang jarang terjadi di Tiongkok terhadap aturan lockdown dan pembatasan ketat lainnya pada akhir November.

Banyak warga menyambut langkah-langkah terbaru pelonggaran itu, tetapi pada saat yang sama khawatir tentang tingkat infeksi.

Status negatif Covid-19 orang yang bepergian melintasi wilayah Tiongkok tidak lagi diperiksa. Untuk masuk ke banyak ruang publik pun tidak lagi perlu menunjukkan hasil tes negatif pada aplikasi di ponsel.

Namun, beberapa tempat di Beijing termasuk restoran masih mensyaratkan hasil tes negatif yang dikeluarkan dalam 48 jam terakhir, sehingga masih banyak orang mengantre untuk tes PCR gratis.

Selama beberapa hari terakhir, sejumlah orang mengeluh bahwa hasil tes mereka tidak muncul di aplikasi. Otoritas kesehatan menjelaskan bahwa hal itu karena mereka diduga positif Covid-19.

Di lokasi pengujian PCR, sampel dari 10 orang biasanya diuji bersama. Ketika hasil tes positif, pihak berwenang biasanya melakukan pemeriksaan baru untuk mengidentifikasi kasus positif di antara mereka yang dicurigai positif.

Namun, pihak berwenang tampaknya telah berhenti melacak kasus positif. Beberapa tempat pengujian memasang pemberitahuan yang mengatakan “Jika hasil tes Anda tidak keluar, jangan bertanya”.

Tiongkok telah menekankan deteksi dini infeksi virus corona melalui pemeriksaan massal yang tiada henti.

Namun, tes secara massal dan terus-menerus sulit untuk dipertahankan karena biaya yang meningkat dan kurangnya tenaga kerja di tengah lonjakan kasus Covid-19 nasional baru-baru ini. Jumlah kasus telah mencapai rekor tertinggi pada November, menurut sumber pemerintah Tiongkok.

Langkah-langkah baru pelonggaran aturan Covid-19 juga termasuk melarang pembatasan penjualan obat flu yang dijual bebas. Apotek di seluruh negeri diharuskan mempertahankan operasi rutin untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Pada Kamis (8/12), barang-barang seperti obat batuk terjual habis di beberapa apotek dan pembelian secara daring memerlukan waktu satu bulan untuk pengiriman.

Baca juga: Utusan AS Sampaikan Keprihatinan kepada Tiongkok Atas Uji Coba Rudal Korut

Pada konferensi pers, para pejabat kesehatan berjanji untuk segera menangani masalah persediaan obat-obatan guna meredakan kekhawatiran publik.

Sejak dimulainya protes anti lockdown, termasuk adanya seruan agar Presiden Tiongkok Xi Jinping mundur, Tiongkok semakin menyerukan tindakan anti virus yang “dioptimalkan” dan menekankan bahwa virulensi varian Omicron melemah.

Langkah-langkah pembatasan yang berlarut-larut telah memperlambat pertumbuhan ekonomi Tiongkok, dengan ekspansi 3,9% dari tahun sebelumnya yang tercatat pada periode Juli hingga September 2022.

Pemerintah Tiongkok sebelumnya menetapkan target pertumbuhan ekonomi untuk 2022 sekitar 5,5%.

Menurut media pemerintah Tiongkok, Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan kepada Presiden Bank Dunia David Malpass dalam pertemuan mereka di Provinsi Anhui pada Kamis bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan terus meningkat mengikuti penerapan langkah-langkah pengoptimalan dan penyesuaian baru.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com