Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

ASEAN Tunda Sepakati Bebas Nuklir

Selasa, 10 Juli 2012 | 11:08 WIB
Antara (redaksi@investor.id)

PHNOM PENH-ASEAN menunda penandatanganan tiga dokumen tentang Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ) yang dijadwalkan untuk ditandatangani selama pertemuan ASEAN pekan ini, karena 4 dari 5 negara pemilik senjata nuklir yang diakui (P5) mengajukan keberatan, demikian kata pejabat senior Kamboja, Senin (9/7).

Sekretaris negara di Kementerian Luar Negeri Kamboja, Kao Kim Hourn, mengatakan awalnya tiga dokumen tersebut diharapkan dapat ditandatangani pekan ini.

Tiga dokumen tersebut antara lain Pernyataan ASEAN tentang Protokol untuk Perjanjian SEANWFZ yang direncanakan ditandatangani pada 9 Juli, Nota Kesepahaman antara ASEAN dan China untuk Perjanjian SEANWFZ pada 10 Juli, dan Protokol oleh P5 untuk Perjanjian SEANWFZ pada 12 Juli.

"Komisi SEANWFZ memutuskan untuk menunda penandatanganan sampai negara-negara anggota ASEAN bisa bekerja sama dengan anggota P5 untuk menyelesaikan kembali masalah keberatan yang diajukan oleh anggota P5," katanya dalam sebuah konferensi pers usai Pertemuan Kementerian Luar Negeri Antar-negara ASEAN (AMM), Senin.

Empat anggota dari P5 yang telah menyatakan keberatannya antara lain Prancis, Inggris Raya, Rusia, dan Amerika Serikat.

Prancis beralasan penggunaan nuklir sebagai hak untuk membela diri, Inggris Raya mengatakan nuklir merupakan pengembangan dan ancaman baru, Rusia menyatakan kapal-kapal dan pesawat asing berhak melewati zona bebas nuklir, ujarnya. Ia menambahkan, Amerika Serikat tidak menuliskan teks keberatannya sebelum penandatanganan namun hanya selama proses perbaikan dokumen tersebut.

"Kami sangat berharap penandatanganan seharusnya bisa selesai (ditandatangani bersama) pada November selama Pertemuan ASEAN Ke-21," katanya.

Pemimpin-pemimpin ASEAN menandatangani Perjanjian SEANWFZ di Bangkok, Thailand, pada 15 Desember 1995 dan perjanjian tersebut terasa pengaruhnya dua tahun kemudian. Negosiasi antara ASEAN dan P5 dalam protokol telah digelar sejak 2001. Negara-negara anggota ASEAN antara lain Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN