Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. ( Foto: JIM WATSON / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. ( Foto: JIM WATSON / AFP )

62.500 Pengungsi Diizinkan Masuk AS

Rabu, 5 Mei 2021 | 06:39 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id - Setelah mendapat kecaman keras, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan akan menaikkan hingga batas maksimum jumlah pengungsi yang diizinkan masuk ke AS tahun ini. Yakni menjadi 62.500 imigran. Jumlah ini naik jauh dari batas 15.000 yang diberlakukan oleh pendahulunya Donald Trump.

Sekutu-sekutu AS sebelumnya mengecam keputusan Biden untuk mempertahankan perbatasan era Trump tersebut. Hal tersebut merugikan secara politis dan perubahan kebijakan Biden sempat menimbulkan kebingungan di Gedung Putih, karena selama tiga bulan pertama sangat disiplin dalam menjalankan pemerintahan.

"Angka sangat rendah yang ditetapkan sebesar 15.000 oleh pemerintahan sebelumnya telah dihapus, karena tidak mencerminkan nilai-nilai Amerika sebagai bangsa yang terbuka dan mendukung pengungsi," kata Biden dalam sebuah pernyataan, Senin (3/5), yang dikutip AFP.

Batas penerimaan baru itu, tambah dia, juga akan memperkuat upaya memperluas kapasitas AS dalam menerima pengungsi. Pemerintahan Biden membidik penerimaan hingga 125.000 pengungsi untuk tahun fiskal yang akan datang.

Program ini hanya untuk pengungsi yang dipilih oleh badan intelijen dan keamanan AS dari kamp-kamp PBB di seluruh dunia. Koreksi kebijakan tersebut langsung disambut baik oleh Komisi Hubungan Luar Negeri Senat, yang dikendalikan oleh Partai Demokrat.

"Saya menyambut baik pengumuman pemerintahan Biden yang akan meningkatkan jumlah pengungsi yang diizinkan dimukimkan kembali di Amerika Serikat. Ini adalah langkah penting dalam melanjutkan tradisi bipartisan yang kami membanggakan, memberikan perlindungan pengungsi melalui pemukiman," kata ketua komisi Senator Bob Menendez, via Twitter.

American Civil Liberties Union, sebuah kelompok advokasi terkemuka di AS juga menyuarakan persetujuannya. Dengan alasan reputasi negara dipertaruhkan bila kebijakan lama tetap dipertahankan.

"Kami senang melihat Presiden Biden telah mencabut sasaran jumlah pengungsi yang sangat buruk dari pemerintahan Trump dan berkomitmen kembali untuk memprioritaskan membantu orang-orang yang melarikan diri dari penganiayaan di seluruh dunia," kata perwakilan ACLU Manar Waheed.

Trump menekan jumlah pengungsi yang boleh masuk AS, sebagai bagian dari kebijakan perbatasan garis keras di jantung landasan politik nasionalisnya.

Biden berkampanye dengan janji untuk memulihkan sikap AS yang lebih tradisional. Tetapi ia kemudian sempat mundur setelah pemerintah mengalami kesulitan menangani gelombang imigran yang memasuki negara secara ilegal atau mengajukan klaim suaka di perbatasan Meksiko.

Bulan lalu, Gedung Putih mengatakan perlu lebih banyak waktu untuk membangun kembali program pengungsi pasca-Trump. Oleh karena itu, pemerintah AS waktu itu menyatakan akan mempertahankan batas pada 15.000 imigran untuk tahun ini.

Demokrat dan kelompok bantuan pengungsi kemudian mengecam target Biden karena dinilai sangat rendah dan sangat mengecewakan. Gedung Putih mengeluarkan pernyataan beberapa jam kemudian yang mengatakan jumlah rendah itu hanya sementara.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN