Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peneliti Tiongkok temukan jenis baru flu babi yang dapat memicu sebuah pandemi. Flu baru yang diberi nama G4 itu secara genetik berasal dari jenis flu H1N1, yang memicu pandemi pada 2009. ( Foto: AFP/File )

Peneliti Tiongkok temukan jenis baru flu babi yang dapat memicu sebuah pandemi. Flu baru yang diberi nama G4 itu secara genetik berasal dari jenis flu H1N1, yang memicu pandemi pada 2009. ( Foto: AFP/File )

Ada Flu Babi Baru yang Berpotensi Pandemi

Iwan Subarkah Nurdiawan, Rabu, 1 Juli 2020 | 08:02 WIB

WASHINGTON, investor.id – Para peneliti di Tiongkok dilaporkan telah menemukan jenis baru flu babi yang mampu memicu sebuah pandemi. Hasil penelitian mereka diterbitkan pada Senin (29/6) waktu setempat, di jurnal ilmu pengetahuan Amerika Serikat (AS), PNAS.

Flu baru yang diberi nama G4 itu secara genetik berasal dari jenis flu H1N1, yang memicu pandemi pada 2009.

“(Flu) ini memiliki seluruh ciri-ciri mendasar untuk sangat mungkin menginfeksi manusia,” ujar para ilmuwan dari sejumlah universitas di Tiongkok dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tiongkok.

Selama periode 2011 dan 2018, para peneliti mengambil 30.000 sampel hasil usap hidung dari babi di rumah-rumah potong hewan (RPH) di 10 provinsi di Tiongkok dan di sebuah rumah sakit hewan. Dari situ mereka dapat mengisolasi 179 virus flu babi.

Mayoritas di antaranya adalah jenis baru dan dominan ada di antara babi-babi itu sejak 2016. Para peneliti kemudian melakukan berbagai eksperimen. Termasuk terhadap musang, yang biasa digunakan dalam penelitian-penelitian flu. Karena kalau terinfeksi, gejala yang dialami oleh musang mirip dengan gejala-gejala pada manusia, terutama demam, batuk, dan bersin.

G4 kemudian diketahu sangat menular. Dapat berkembang biak dalam sel-sel manusia dan dapat menimbulkan gejala-gejala lebih serius pada tubuh musang. Dibandingkan virus-virus yang lainnya.

Hasil-hasil pengujian juga menunjukkan bahwa kekebalan yang dimiliki oleh manusia dari terpaan flu musiman, tidak memberikan proteksi dari G4.

Hasil-hasil uji darah yang sudah menunjukkan antibodi dari infeksi virus itu menunjukkan bahwa 10,4% para pekerja di RPH sudah terinfeksi. Hasil-hasil uji itu juga menunjukkan bahwa 4,4% populasi masyarakat umum juga kemungkinan sudah terinfeksi.

Yang berarti virus ini sudah menular dari hewan ke manusia. Walaupun belum ada bukti bahwa virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Yang mana hal tersebut menjadi kekhawatiran utama pada ilmuwan.

“Yang dikhawatirkan adalah infeksi virus G4 terhadap manusia dapat memperlama adaptasi dan meningkatkan risiko terjadinya pandemi di manusia,” kata para peneliti tersebut.

Saat ditanya mengenai virus itu pada Selasa (30/6), juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian mengatakan, pemerintah Tiongkok terus mencermati perkembangannya.

“Dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah penyebarannya maupun penularannya,” kata dia, dalam konferensi pers rutin.

Para penulis studi itu mendesak segera ada langkah-langkah untuk memantau orang-orang yang berurusan dengan babi.

“Hasil studi ini menjadi pengingat yang sangat bermanfaat bahwa kita senantiasa berisiko terkena oleh patogen-patogen zoonotik baru dan bahwa hewan-hewan ternak, yang jauh lebih besar kontaknya dengan manusia dibandingkan hewan liar, dapat menjadi sumber utama virus pandemi,” ujar James Wood, kepala Departemen Kedokteran Hewan Universitas Cambridge.

Infeksi zoonotik terjadi oleh patogen yang loncat dari hewan ke manusia. (afp)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN