Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia, Masatsugu Asakawa. ( Foto: adb.org )

Presiden Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia, Masatsugu Asakawa. ( Foto: adb.org )

ADB Naikkan Target Pembiayaan Iklim US$ 20 Miliar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 06:25 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

MANILA, investor.id - Bank Pembangunan Asia atau ADB telah menaikkan target pendanaannya untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim sebesar US$ 20 miliar selama dekade mendatang.

ADB memberikan pinjaman dan hibah untuk proyek-proyek di negara-negara termiskin di kawasan Asia-Pasifik. Bank tersebut membuat pengumuman menjelang konferensi tingkat tinggi (KTT) COP26 di Glasgow, Skotlandia, di mana pihaknya akan membahas ide untuk menghapuskan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar batubara secara bertahap.

"Krisis iklim memburuk setiap hari, mendorong banyak orang untuk menyerukan peningkatan pendanaan iklim," kata Presiden ADB Masatsugu Asakawa dalam sebuah pernyataan, Rabu (13/10), yang dikutip AFP.

Ia menambahkan bahwa ADB mengambil tindakan untuk memenuhi panggilan ini dengan meningkatkan ambisi menjadi US$ 100 miliar dalam pembiayaan iklim kumulatif hingga 2030. Dananya akan berasal dari sumber daya sendiri.

Di bawah sasaran pembiayaan 2019-2030, yang akan mencakup pinjaman dan hibah, ADB akan mendedikasikan US$ 66 miliar untuk mitigasi iklim, termasuk efisiensi energi dan transportasi rendah karbon.

Bank tersebut juga akan memberikan US$ 34 miliar bagi kegiatan adaptasi untuk meningkatkan ketahanan negara terhadap dampak dari planet yang memanas. "Pertempuran melawan perubahan iklim akan menang atau kalah di Asia dan Pasifik," ujar Asakawa.

Pernyataan ini disampaikan setelah tinjauan ADB terhadap upaya iklimnya di Asia, menemukan bahwa pemberi pinjaman tersebut tidak sepenuhnya memanfaatkan potensi dan perlu berbuat lebih banyak pada adaptasi di mana hasilnya terbatas.

ADB sedang mempelajari kelayakan untuk membeli pembangkit listrik tenaga batubara di Filipina dan Indonesia, kemudian mempercepat masa pensiun pembangkit-pembangkit tersebut.

Apa yang disebut Mekanisme Transisi Energi (ETM), yang juga akan melibatkan pendanaan dari pemerintah, sektor swasta, dan pendonor, akan menggantikan pembangkit penghasil karbon dengan sumber energi terbarukan.

ADB juga menyampaikan, rincian lebih lanjut diharapkan dapat dirilis pada pembicaraan iklim bulan depan.

Di bawah rancangan kebijakan energi yang dirilis oleh ADB pada Mei 2021 tetapi belum disetujui, pemberi pinjaman tersebut mengatakan akan berhenti membiayai pembangkit listrik tenaga batubara baru.

Antara 2009 dan 2019, ADB telah menyalurkan US$ 42,5 miliar ke dalam proyek-proyek sektor energi di Asia, di mana sekitar 60% listrik dihasilkan oleh batubara.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN