Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kantor Pusat Asian Development Bank (ADB) di Filipina. (Foto: ANTARA/REUTERS/Cheryl Ravelo/aa)

Kantor Pusat Asian Development Bank (ADB) di Filipina. (Foto: ANTARA/REUTERS/Cheryl Ravelo/aa)

ADB Setujui Pinjaman Rp 7,86 Triliun untuk Reformasi Energi RI

Selasa, 29 Nov 2022 | 11:57 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia menyetujui pinjaman senilai US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,86 triliun dalam rangka mendukung reformasi sektor energi Indonesia, demi meningkatkan keberlanjutan dan tata kelola fiskal.

“Pinjaman ADB juga disetujui untuk memperluas investasi sektor swasta di bidang energi bersih dan terbarukan, serta mempromosikan pemulihan hijau dari pandemi Covid-19,” kata Spesialis Energi Senior ADB Yuki Inoue dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (29/11).

Selain itu, ADB turut mengelola pinjaman senilai US$ 15 juta bagi sub program ketiga pada Program Energi Berkelanjutan dan Inklusif (Sustainable and Inclusive Energy Program).

Baca juga: Transformasi BUMN Diganjar ADB Berupa Pinjaman US$ 500 Juta

Advertisement

Program itu didanai oleh Dana Infrastruktur Asean atau Asean Infrastructure Fund melalui Fasilitas Katalis Pembiayaan Hijau Asean (Asean Catalytic Green Finance Facility/ ACGF).

Proyek tersebut juga akan mendapatkan pembiayaan bersama setara US$ 292 juta (sekitar Rp 4,59 triliun) dari German Development Cooperation melalui KfW. Tak hanya Kerja Sama Pembangunan Jerman, proyek ini juga akan mendapat pendanaan sebesar US$ 60 juta (sekitar Rp 943,80 miliar) dari Economic Development Cooperation Fund (EDCF).

“Program ini mendukung pemerintah dalam pelaksanaan kerangka kebijakan guna mencapai keuangan berkelanjutan di sektor energi, meningkatkan akses energi, sekaligus komitmen bertransisi ke energi bersih,” kata Inoue.

Sub program tersebut meneruskan dua sub program sebelumnya yang mendukung reformasi pemerintah Indonesia di sektor energi dari 2014 sampai 2017 dan selaras dengan prioritas operasional ADB berdasarkan Strategi 2030.

Baca juga: ADB Setujui Pinjaman US$ 500 Juta untuk Dorong Inklusi Keuangan

Sub program ini mencakup reformasi tarif listrik dan penargetan subsidi yang lebih tepat, dengan dukungan bagi golongan yang lebih rentan, termasuk rumah tangga dengan perempuan sebagai kepala keluarga.

Langkah-langkah itu telah membawa penghematan bahan bakar yang signifikan dan subsidi listrik selama periode program, sehingga membantu pemerintah dalam mengelola kenaikan tajam harga energi internasional pada 2022.

Sub program itu mendukung inisiatif pemerintah dalam mengedepankan produksi energi terbarukan dengan mekanisme penetapan harga baru, serta peraturan untuk mempromosikan sistem pembangkit listrik tenaga surya terapung.

Sub program sekaligus mendukung upaya pemerintah mewujudkan sistem surya fotovoltaik di atap bangunan, kendaraan listrik (EV), serta berbagai standar dan langkah-langkah efisiensi energi.

Baca juga: ADB Kerek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,4%

Melalui reformasi ini, pemerintah telah mengadopsi insentif energi terbarukan dan memperluas akses energi sehingga mencapai lebih dari 99% penduduk pada 2021 yang naik dari sebelumnya 84% pada 2014.

Langkah ini beriringan dengan pernyataan bersama pemerintah Indonesia untuk Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan dan Mekanisme Transisi Energi pada pertemuan G20 di Bali. Program tersebut turut mendukung pengembangan strategi pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara di Indonesia.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com