Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perlindungan terhadap virus korona. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Perlindungan terhadap virus korona. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Antisipasi Korona, Arab Saudi Tangguhkan Visa bagi Para Peziarah dan Turis

Gora Kunjana, Kamis, 27 Februari 2020 | 14:21 WIB

Riyadh, investor.id – Pemerintah Arab Saudi untuk sementara waktu akan menghentikan masuknya orang asing untuk tujuan ziarah dan pariwisata, demikian Kementerian Luar Negeri mengumumkan.

Keputusan itu diambil oleh otoritas kesehatan sebagai langkah pencegahan virus korona atau COVID-19 masuk ke negara kerajaan itu.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kerajaan Arab Saudi belum melaporkan adanya kasus coronavirus baru.

Arab Saudi pun mendesak warganya untuk "berhati-hati sebelum melakukan perjalanan ke negara-negara yang mengalami wabah Coronavirus," kata kementerian itu dalam sebuah tweet-nya.

Sementara itu, Perdana Menteri Australia memperingatkan bahwa dunia sedang memasuki 'fase pandemi' dari coronavirus. "Saran yang kami terima hari ini adalah ... ada setiap indikasi bahwa dunia akan segera memasuki fase pandemi virus korona," kata Perdana Menteri Australia Scott Morrison saat konferensi pers di Canberra, menurut Reuters.

Akibatnya, kata Morrison, negara akan meluncurkan rencana tanggap darurat. Morrison juga mengumumkan bahwa larangan bepergian terhadap orang asing dari Tiongkok telah diperpanjang.

Virus mematikan itu telah menginfeksi setidaknya 23 orang di Australia, menurut laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia.

Sebaran virus Korona per Kamis (27/2/2020). Sumber: CNBC
Sebaran virus Korona per Kamis (27/2/2020). Sumber: CNBC

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengatakan ada 433 kasus baru yang dikonfirmasi dan 29 kematian tambahan pada 26 Februari. Dari kasus-kasus baru, 409 berada di provinsi Hubei, pusat penyebaran. 26 dari 29 kematian terjadi di Hubei.

Data itu membuat total kasus di Tiongkok sendiri menjadi 78.497 kasus, dan 2.744 kematian.

Sumber : CNBC

BAGIKAN