Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken. ( Foto: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / POOL / AFP )

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken. ( Foto: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / POOL / AFP )

AS Ajukan Pendekatan Baru terhadap Korut

Selasa, 4 Mei 2021 | 06:37 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id – Menlu Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada Senin (3/5) membuka pembicaraan tatap muka pertama dalam dua tahun terakhir di antara kelompok negara maju G-7. Dalam kesempatan itu, ia mengajukan pendekatan baru pemerintah AS terhadap Korea Utara (Korut).

Pemerintah Inggris menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri itu di London. Para pejabat tinggi ini juga agenda pasca-pandemi Covid-19 dan mempersiapkan konferensi tingkat tinggi (KTT) G-7 di Inggris bulan depan.

India, Korea Selatan (Korsel), Afrika Selatan, dan ketua Asean Brunei diundang sebagai tamu pada pembicaraan tiga hari. KTT bulan depan juga akan membahas meningkatnya ketegangan dengan Rusia dan Tiongkok, serta diplomasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir dengan Iran.

Di tengah tindakan penanggulangan Covid-19 yang ketat, termasuk pembatasan pergerakan, Blinken bertemu secara terpisah di hotelnya dengan menlu Jepang dan Korsel. Pertemuan dilakukan hanya beberapa hari setelah Presiden AS Joe Biden menyelesaikan peninjauan kebijakan pemerintahannya terkait Korut.

"Kami bersyukur memiliki kesempatan ini untuk melakukan diskusi mendalam dengan AS setelah simpulan tinjauan kebijakan Anda," kata Menlu Korsel Chung Eui-yong.

Ia menyambut apa yang disebutnya pesan yang sangat positif dan terbuka oleh Biden dalam pidatonya di depan Kongres AS pekan lalu. Deplu Korsel menyatakan, Blinken dan Menlu Jepang Toshimitsu Motegi sama-sama khawatir dengan program rudal nuklir dan balistik Korut. Ketiga negara setuju untuk bekerja sama untuk mengupayakan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Biden pekan lalu memerintahkan pengkajian ulang kebijakan Pemerintah AS terkait Korut, setelah diplomasi oleh pendahulunya Donald Trump yang sangat tidak biasa. Trump selama menjabat sempat tiga kali bertemu pemimpin Korut Kim Jong Un.

Hasil pengkajian kembali itu adalah usulan jalan tengah, berbeda dengan cara Trump yang ambisius tetapi pada akhirnya tidak menghasilkan kesepakatan riil.

Tetapi Pemerintah AS juga mengatakan akan tetap berhubungan dengan Korut. Yang mana ini juga berbeda dengan pendekatan presiden Partai Demokrat sebelumnya, yakni pemerintahan Barack Obama yang menggunakan kebijakan kesabaran strategis, yaitu menjaga jarak dengan pemerintah Korut sampai perilakunya berubah.

"Kebijakan kami tidak akan fokus pada pencapaian kesepakatan besar, juga tidak akan bergantung pada kesabaran strategis," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki akhir pekan lalu.

Ia juga mengakui pemerintahan AS secara berturut-turut telah gagal mencapai tujuan mengakhiri program nuklir Korut.

Sementara itu, pada Minggu (2/5) pemerintah Korut mengecam pendekatan Biden, dengan menyebut AS tetap mempertahankan kebijakan permusuhan selama lebih dari setengah abad.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN