Menu
Sign in
@ Contact
Search
Beberapa waktu lalu, Presiden AS Joe Biden berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping selama pertemuan puncak virtual dari Ruang Roosevelt Gedung Putih, Washington, DC. (FOTO: MANDEL NGAN / AFP)

Beberapa waktu lalu, Presiden AS Joe Biden berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping selama pertemuan puncak virtual dari Ruang Roosevelt Gedung Putih, Washington, DC. (FOTO: MANDEL NGAN / AFP)

AS akan Membela Taiwan Jika Diserang

Selasa, 20 September 2022 | 15:54 WIB
Iwan Subarkah (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Minggu (18/9) mengatakan pasukan AS akan membela Taiwan jika menghadapi invasi Tiongkok. Akan tetapi Gedung Putih menyatakan bahwa kebijakan Pemerintah AS terhadap Tiongkok menyangkut Taiwan tidak berubah.

“Ya jika ada serangan luar biasa,” ujar Biden, menjawab pertanyaan apakah pasukan AS akan membela Taiwan, saat diwawancara pada program “60 Minutes” di CBS, yang dilansir AFP, Senin (19/9).

Bukan kali ini saja Biden menyatakan pasukan AS akan ambil bagian bilamana terjadi perang antara Tiongkok dan Taiwan. Dan Gedung Putih kemudian segera memberikan pernyataan klarifikasi.

Baca Juga: Tiongkok dan Rusia Menantang Tatanan Dunia

Komentar Biden tentang ini yang sebelumnya adalah saat melawat ke Jepang pada Mei 2022. Ketika itu, Biden juga ditanya apakah akan mengomitmenkan pasukan AS kepada situasi seperti itu. “Ya, itu komitmen kami,” ujar dia.

AS memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan pada 1979. Karena mengalihkan pengakuan kepada Pemerintah Tiongkok sebagai satu-satunya perwakilan Tiongkok. Tapi pada saat yang sama, AS tetap mempertahankan tegas tapi juga halus dalam mendukung Taiwan.

Berdasarkan UU yang disahkan Kongres, AS diwajibkan menjual suplai militer ke Taiwan untuk mempertahankan diri melawan Tiongkok yang jauh lebih besar angkatan bersenjatanya.

Baca Juga: AS Umumkan Paket Persenjataan buat Taiwan Senilai US$ 1 Miliar

Tapi Pemerintah AS mempertahankan sikap resmi yang disebut keambiguan strategis menyangkut apakah akan melakukan intervensi militer tersebut.

Kebijakan AS itu dirancang untuk menangkis invasi Tiongkok sekaligus menahan Taiwan untuk tidak memprovokasi Tiongkok dengan menyatakan kemerdekaan.

“Presiden sudah mengatakan ini sebelumnya, termasuk di Tokyo belum lama ini. Beliau juga menegaskan bahwa kebijakan kami terhadap Taiwan belum berubah. Tetap seperti itu,” ujar juru bicara Gedung Putih yang tidak disebutkan identitasnya.

Baca Juga: Taiwan Naikkan Pengeluaran Pertahanan di Tengah Ketegangan dengan Tiongkok

Setiap kali Biden menggaungkan kemungkinan pasukan AS bertempur untuk melindungi Taiwan, Tiongkok marah. Ketegangan antara AS dan Tiongkok meningkat lagi ketika Ketua DPR AS Nancy Pelosi berkunjung ke Taiwan belum lama ini.

Pemerintah Tiongkok pada Senin menilai komentar terbaru Biden tentang Taiwan telah sangat melanggar kebijakan Pemerintah AS atas Taiwan.

“Pernyataan AS itu sangat melanggar komitmen penting yang dibuat AS untuk tidak mendukung kemerdekaan Taiwan, dan itu telah menegirimkan sinyal yang sangat keliru kepada kekuatan-kekuatan kemerdekaan separatis Taiwan. Kami akan melakukan segala daya upaya untuk mewujudkan penyatuan kembali secara damai. Tapi kami juga tidak akan menoleransi setiap aktivitas yang bertujuan memecah belah kami dan kami akan mengambil segala tindakan yang dianggap perlu,” tutur Mao Ning, pada konferensi pers rutin di Beijing. 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com