Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. ( Foto: MANDEL NGAN, Alexander NEMENOV / AFP  )

Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. ( Foto: MANDEL NGAN, Alexander NEMENOV / AFP )

AS akan Mendukung Sekutu Eropa

Senin, 7 Juni 2021 | 06:52 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan mendukung sekutu Eropanya dlaam melawan Rusia. Dukungan ini dijanjikan oleh Presiden Joe Biden menjelang pertemuan tatap muka pertama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada pertengahan Juni.

Menurut laporan, Biden akan bertolak ke Eropa pada Rabu (9/6) guna menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) G-7 dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Dia juga dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan Putin di Jenewa, Swiss pada 16 Juni.

Pertemuan tersebut digelar di tengah krisis hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Ketegangan tinggi antara kedua negara itu terkait dengan serangkaian masalah, termasuk tuduhan peretasan, isu hak asasi manusia (HAM), dan klaim campur tangan Pemerintah Rusia terhadap pelaksanaan pemilihan umum (pelmilu) AS.

Dalam opini yang dikirim ke surat kabar Washington Post dan yang diterbitkan pada Sabtu (5/6), presiden AS berjanji menyokong aliansi demokratis AS dalam menghadapi berbagai krisis dan ancaman yang meningkat dari Pemerintah Rusia maupun Tiongkok.

“Kami berdiri bersatu untuk mengatasi tantangan Rusia terhadap keamanan Eropa, yang dimulai dengan agresi di Ukraina. Dan tidak ada keraguan tentang tekad Amerika Serikat untuk mempertahankan nilai-nilai demokrasi kami, yang tidak dapat kami pisahkan dari kepentingan kami," tulisnya, Sabtu (5/6), yang dikutip AFP.

“Presiden Putin tahu bahwa saya tidak akan ragu untuk menanggapi kegiatan berbahaya di masa depan. Ketika kami bertemu, saya akan kembali menggarisbawahi komitmen Amerika Serikat, Eropa, dan negara-negara demokrasi yang berpikiran sama untuk membela hak asasi manusia dan martabat,” tambahnya.

Sejak menjabat pada Januari, Biden telah meningkatkan tekanan pada Pemerintah Rusia. Bahkan dalam komentarnya, Biden menyamakan Putin dengan “pembunuh”, yang kemudian menuai kritik pedas dari Rusia.

Tetapi kedua pemimpin itu sudah sama-sama menyatakan harapan bahwa hubungan dua negara dapat meningkat. Presiden Rusia mengatakan pada Jumat (4/6), dirinya mengharapkan hasil "positif" dari pembicaraan tersebut.

Sedangkan Biden dalam opini yang diterbitkan akhir pekan, juga menekankan bahwa Pemerintah AS tidak mencari konflik. Hal ini menunjuk pada pernyataannya baru-baru ini terkait perpanjangan perjanjian pengurangan senjata New START, sebagai bukti keinginannya untuk mengurangi ketegangan antar negara.

“Kami menginginkan hubungan yang stabil dan dapat diprediksi, di mana kami dapat bekerja dengan Rusia dalam isu-isu strategis stabilitas dan kontrol senjata,” demikian tulisnya.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN