Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melepas kacamata hitamnya saat berjalan melintasi South Lawn sekembalinya dari Camp David, Maryland ke Gedung Putih di Washington, DC., pada 21 Maret 2021. ( Foto: OLIVIER DOULIERY / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melepas kacamata hitamnya saat berjalan melintasi South Lawn sekembalinya dari Camp David, Maryland ke Gedung Putih di Washington, DC., pada 21 Maret 2021. ( Foto: OLIVIER DOULIERY / AFP )

AS Bagikan 80 Juta Dosis Vaksin Covid

Sabtu, 5 Juni 2021 | 06:48 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menguraikan rencananya untuk membagikan 80 juta dosis vaksin virus corona Covid-19, yang akan didistribusikan oleh pemerintah AS secara global sebelum Juli 2021. Sebanyak 75% dosis di antaranya akan disalurkan melalui program vaksinasi global virus corona, Covax.

Dalam sebuah lembar fakta, perwakilan Gedung Putih mengatakan bahwa untuk dosis yang dibagikan melalui Covax, pemerintah AS akan memprioritaskan negara-negara di Amerika Latin dan Karibia, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika. Tujuannya mencegah gelombang infeksi baru.

"Kami membagikan dosis ini bukan untuk mengamankan bantuan atau mencari pengakuan. Kami membagikan vaksin ini untuk menyelamatkan nyawa dan memimpin dunia dalam mengakhiri pandemi, dengan kekuatan teladan kita dan dengan nilai-nilai kita," kata Biden dalam pernyataan yang dirilis Jumat (4/6) itu.

Awal tahun ini, Biden berjanji untuk mengekspor 60 juta dosis vaksin Covid-19 ke negara-negara di seluruh dunia. Ia lalu menaikkannya menjadi 80 juta dosis.

Komitmen itu muncul di tengah tekanan dari pemerintah lain untuk menggunakan surplus vaksin besar milik AS, karena kemajuan signifikan dalam meluncurkan vaksinasi di dalam negeri. Sejumlah pihak mendesak adanya bantuan ke negara-negara yang berjuang melawan gelombang infeksi.

"Proses untuk mengekspor 25 juta dosis pertama sedang berlangsung. Kami akan memenuhi komitmen presiden sebesar 80 juta dosis pada akhir Juni," kata koordinator tanggap Covid-19 Gedung Putih Jeff Zients, kepada AFP.

Ia mengatakan, tahap pertama berasal dari pasokan dosis federal. Bantuan akan terdiri dari kombinasi tiga vaksin dengan otorisasi penggunaan darurat AS saat ini, yakni vaksin Johnson & Johnson, Moderna, dan Pfizer-BioNTech.

Vaksin yang dibuat oleh AstraZeneca belum mendapatkan otorisasi AS, tetapi sudah digunakan di negara-negara lain.

Covax adalah skema internasional yang didirikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan aliansi vaksin Gavi. Program tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan vaksin yang cukup untuk 30% populasi di 92 negara termiskin yang berpartisipasi, di antaranya 20% di India, dengan negara pendonor menanggung biayanya.

Gavi dengan cepat menyambut langkah Biden. "Pengumuman ini memungkinkan kami untuk segera memberikan lebih banyak dosis ke negara-negara, di tengah iklim pasokan global yang terbatas," ujar CEO Gavi Seth Berkley.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dirinya sangat menghargai" langkah pemerintah AS tersebut.

Fleksibilitas

Menurut rencana pemerintah AS, dari 25 juta dosis pertamanya, sekitar tujuh juta dialokasikan untuk Asia terutama India, Nepal, Bangladesh, Afghanistan, dan Vietnam.

Sekitar enam juta dialokasikan untuk negara-negara di Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Karibia, termasuk Brasil, Argentina, Kolombia, Kosta Rika, dan Haiti.

Lima juta dosis dicadangkan untuk Afrika dan akan didistribusikan dalam koordinasi dengan Uni Afrika. Uraian ini disampaikan penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan.

Enam juta dosis sisanya akan dibagikan langsung ke negara-negara yang mengalami lonjakan atau yang sedang dalam krisis. Selain itu, negara tetangga Kanada dan Meksiko akan mendapat bantuan dan mitra penerima seperti Korea Selatan, Ukraina, Gaza, dan Irak.

Sullivan menekankan, pemerintah AS ingin mempertahankan fleksibilitas" tentang mengalokasikan dosis di luar program Covax sesuai kebutuhan. (afp)

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN