Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Departemen Keuangan (Depkeu) Amerika Serikat (AS) di Washington, DC.  ( Foto: Olivier Douliery / AFP )

Logo Departemen Keuangan (Depkeu) Amerika Serikat (AS) di Washington, DC. ( Foto: Olivier Douliery / AFP )

AS, India Sepakati Aturan Pajak Digital

Jumat, 26 November 2021 | 06:55 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan telah mencapai kesepakatan untuk pelonggaran pajak yang menargetkan perusahaan teknologi internasional, meski belum pernah menerapkan pungutan semacam itu di India.

Menurut Kementerian Keuangan India, Pemerintah India dan AS telah menyepakati pendekatan transisi pada retribusi pemerataan atau pajak digital atas e-commerce mulai 1 April.

India adalah salah satu negara yang telah mengenakan pajak atas layanan digital asing. Hal ini membuat menuai kritik dari pemerintah AS, karena menganggap pungutan semacam itu sebagai serangan yang tidak adil terhadap raksasa teknologi AS.

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Keuangan AS mengatakan pemerintah India akan mengikuti kesepakatan pajak minimum yang bulan lalu disepakati oleh 140 negara di bawah naungan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Dengan adanya perjanjian itu, pajak perusahaan minimum akan dikenakan sebesar 15% di seluruh dunia dan diharapkan akan mulai berlaku pada 2023.

Solusi dua pilar yang diusulkan dari kesepakatan pajak global terdiri atas dua komponen. Pilar Satu, yaitu tentang realokasi bagian keuntungan tambahan ke yurisdiksi pasar. Sedangkan Pilar Dua terdiri atas pajak minimum dan tunduk pada aturan pajak.

"India dan Amerika Serikat telah sepakat bahwa persyaratan yang sama akan berlaku antara AS dan India, sehubungan dengan tarif pemerataan 2% India pada layanan e-commerce dan tindakan perdagangan AS mengenai retribusi pemerataan tersebut," kata Kementerian Keuangan India, Kamis (25/11), yang dikutip AFP.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN