Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang bocah laki-laki Palestina membawa bendera nasionalnya dan membawa seekor unta di tengah peringatan Hari Tanah alias Land Day di dekat perbatasan Israel-Gaza, sebelah timur kota Khan Yunis di Jalur Gaza Selatan pada 30 Maret 2021. ( Foto: SAID KHATIB / AFP )

Seorang bocah laki-laki Palestina membawa bendera nasionalnya dan membawa seekor unta di tengah peringatan Hari Tanah alias Land Day di dekat perbatasan Israel-Gaza, sebelah timur kota Khan Yunis di Jalur Gaza Selatan pada 30 Maret 2021. ( Foto: SAID KHATIB / AFP )

AS Kucurkan Lagi Bantuan untuk Palestina

Jumat, 9 April 2021 | 06:39 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

AMMAN, investor.id - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina (UNRWA) pada Kamis (8/4) memuji Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden karena melanjutkan dukungan keuangan bagi lembaga tersebut. Terlebih karena bantuan itu datang pada momen kritis di tengah pandemi Covid-19.

"UNRWA sangat senang bahwa sekali lagi kami akan bermitra dengan Amerika Serikat untuk memberikan bantuan kritis untuk beberapa pengungsi paling rentan di Timur Tengah. Kontribusi AS datang pada saat kritis, karena kami terus dihadapkan pada tantangan pandemi Covid-19," kata Komjen UNRWA Philippe Lazzarini, dalam sebuah pernyataan, Kamis (8/4), yang dikutip AFP.

Keputusan pemerintahan Biden untuk menyalurkan lagi bantuan AS ke Palestina senilai US$ 235 juta praktis menganulir kebijakan pendahulunya yang sangat pro-Israel, Donald Trump. Sebelumnya, Trump memutuskan semua bantuan keuangan dimaksud.

Tapi keputusan Biden untuk mengalokasikan US$ 150 juta untuk UNRWA telah memicu kemarahan pemerintah Israel. Negara Yahudi ini menilai badan tersebut berusaha mengekalkan masalah pengungsi Palestina, dengan cara-cara yang menyinggung Israel.

"Kami percaya bahwa badan PBB yang disebut untuk pengungsi seharusnya tidak ada dalam format seperti saat ini. Saya menyatakan kekecewaan dan keberatan atas keputusan untuk memperbarui pendanaan terhadap UNRWA tanpa terlebih dahulu memastikan reformasi tertentu, termasuk menghentikan hasutan dan menghapus konten anti-Semit dari dalam kurikulum pendidikan, dilakukan," bunyi pernyataan Duta Besar Israel untuk AS Gilad Erdan.

Saat menjabat kritik Israel tersebut, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan, Pemerintah AS menilai pengawasan UNRWA sangat serius sehingga sekarang berhak untuk mendapatkan lagi bantuan.

Lazzarini mengatakan, dukungan baru pemerintah AS itu akan membantu pihaknya dalam memenuhi mandat-mandatnya.

“Untuk mengedukasi dan menyediakan perawatan kesehatan primer bagi jutaan pengungsi setiap hari. Tidak ada lembaga lain yang melakukan apa yang UNRWA lakukan dan kami berkomitmen untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan masa depan jutaan pengungsi yang kami layani," tutur Lazzarini.

Keputusan Trump untuk memutuskan semua bantuan telah meninggalkan lubang besar dalam keuangan UNRWA. Sekitar 40 negara pada awalnya membantu mengisi kekurangan pendanaan tersebut, tetapi kontribusinya telah berkurang. Dan pandemi Covid-19 juga membuat kondisi keuangan negara-negara donor tidak bagus.

Janji bantuan baru AS itu masih jauh di bawah US$ 355 juta yang disalurkan kepada UNRWA pada 2016, saat AS menjadi donor terbesarnya. Price tidak mengesampingkan AS akan memberikan kontribusi lebih besar. Tapi menurut dia, AS mendorong donor-donor lain untuk berbuat lebih banyak.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN