Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dr Anthony Fauci, seorang pakar penyakit menular Amerika Serikat (AS) sekaligus direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular atau National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). ( Foto: Brendan Smialowski / AFP )

Dr Anthony Fauci, seorang pakar penyakit menular Amerika Serikat (AS) sekaligus direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular atau National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). ( Foto: Brendan Smialowski / AFP )

AS Mendekati Jumlah Kematian 500 Ribu Jiwa

Selasa, 23 Februari 2021 | 06:54 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Korban meninggal dunia terkait virus corona Covid-19 di Amerika Serikat hampir menembus angka 500.000 jiwa pada Senin (22/2) waktu setempat. Jumlah korban jiwa di AS bermunculan seiring dengan kehadiran tanda-tanda harapan vaksin di negara yang paling terdampak Covid-19 di dunia.

Jutaan orang kini telah divaksinasi dan lonjakan besar kasus infeksi virus corona yang terkonfirmasi pada musim dingin sudah turun.

Meski demikian, angka kematian masih terus berdatangan. Bahkan pada bulan lalu, Presiden Joe Biden memperingatkan, lebih dari 600.000 orang di AS dapat meninggal karena virus itu.

“Ini mengerikan. Ini bersejarah. Kami belum pernah melihat apa pun yang mendekati ini selama lebih dari seratus tahun, sejak pandemi influenza 1918. Itu adalah sesuatu yang menakjubkan ketika Anda melihat angka-angkanya, hampir tidak bisa dipercaya, tapi itu benar,” ujar kepala penasihat medis Biden, Anthony Fauci kepada NBC, yang dikutip AFP.

Sampai Senin pagi waktu setempat, John Hopkins University mencatat jumlah korban AS mencapai 498.897. Sedangkan catatan kemarian secara global, mendekati 2,5 juta.

Normal di Akhir Tahun

Setelah korban meninggal pertama karena Covid-19 di AS diumumkan pada Februari tahun lalu, hanya perlu sekitar tiga bulan untuk melewati angka 100.000 jiwa.

Saat wabah melonjak di seluruh negeri, laju kematian pun terus meningkat. Jumlah korban meninggal langsung melonjak dari 400.000 hanya dalam waktu sebulan, setelah lonjakan yang sebagian dipicu oleh pertemuan-pertemuan yang diadakan saat liburan.

Fauci mencatat jumlah infeksi baru setiap hari menurun tajam setelah mencapai puncaknya pada Januari, tetapi dia menambahkan kehidupan normal mungkin masih jauh. “Saya pikir kita akan memiliki tingkat normalitas yang signifikan, saat kita memasuki musim gugur dan musim dingin, pada akhir tahun,” kata Fauci kepada CNN.

Sementara itu India – negara terparah kedua di dunia dalam hal kasus infeksi – telah melewati level psikologis baru pada Senin dengan 11 juta kasus, menyusul peningkatan kasus-kasus infeksi baru.

Alhasil, pemerintah menerapkan aturan pembatasan berkerumun baru di negara bagian barat Maharashtra, yang telah mencatat kematian hampir 52.000 jiwa sejak pandemi dimulai.

Peluncuran Vaksin

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), lebih dari 61 juta orang di AS telah menerima setidaknya satu dosis vaksin. Sekitar 18 juta telah mendapatkan dua dosis vaksin penuh.

Biden sendiri telah memprioritaskan untuk memvaksinasi 100 juta orang dalam 100 hari pertama pemerintahannya.

Di Australia pada Minggu (21/2), para pejabat tinggi termasuk di antara kelompok kecil yang mendapatkan vaksinasi pertama atau selang sehari sebelum program vaksinasi dimulai dengan sungguh-sungguh.

Perdana Menteri Scott Morrison dilaporkan menerima suntikan vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech di sebuah pusat medis di Sydney. Langkah ini, menurut pemerintah, adalah upaya untuk meningkatkan kepercayaan publik setelah beberapa aksi protes anti-vaksin.

Pada Minggu di Gaza, sekitar 20.000 dosis vaksin Sputnik V buatan Rusia telah tiba dari Uni Emirat Arab (UEA).

Di Hong Kong, CEO Carrie Lam mendapat vaksin Covid-19 buatan Sinovac, Tiongkok, setelah pada pekan lalu pihak berwenang mempercepat pemberian persetujuannya.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN