Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala. ( Foto: SALVATORE DI NOLFI / POOL / KEYSTONE / AFP )

Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala. ( Foto: SALVATORE DI NOLFI / POOL / KEYSTONE / AFP )

AS Minta WTO Dukung Pengabaian Kekayaan Intelektual Vaksin

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 06:35 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Gedung Putih telah meminta agar semua negara anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mendukung pengabaian hak kekayaan intelektual untuk vaksin Covid-19.

“Kami membutuhkan setiap anggota WTO mengambil langkah juga dan mendukung pengabaian kekayaan intelektual. Setiap perusahaan harus bertindak secara ambisius dan mendesak untuk memperluas manufaktur sekarang,” ujar Juru bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre kepada wartawan, yang dikutip Reuters pada Jumat (22/10).

Setahun setelah Afrika Selatan dan India mengajukan usulan untuk sementara melepaskan hak kekayaan intelektual pada vaksin dan terapi Covid-19 di WTO, proses negosiasinya berakhir gagal tanpa membuat kemajuan apa pun.

Namun lebih dari 100 negara yang mendukung pengabaian itu mengatakan bakal membantu menyelamatkan nyawa dengan mengizinkan negara-negara berkembang memproduksi vaksin Covid-19. Hanya saja Uni Eropa (UE) dan beberapa negara, termasuk Swiss, tetap menentang.

Presiden Joe Biden telah membalikkan posisi AS sebelumnya untuk mendukung proposal tersebut pada Mei, tetapi terobosan sejauh ini masih gagal terwujud.

Pekan lalu, Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala mengakui proses negosiasi formal tentang pengabaian sementara mengalami kemandekan. Tapi ia yakin pembicaraan informal semakin intensif.

Okonjo-Iweala mengatakan kepada lembaga riset (think tank) Washington, AS bahwa dirinya percaya anggota WTO dapat menemukan kompromi pragmatis pada pengabaian kekayaan intelektual yang akan memastikan akses yang adil ke vaksin, seraya mempertahankan insentif untuk penelitian dan inovasi.

Salah seorang pejabat UE menggambarkan pembicaraan yang berlangsung intens dengan Afrika Selatan tentang bagaimana meningkatkan ketersediaan vaksin untu negara-negara berkembang, yang berpotensi memecahkan kebuntuan.

WTO sendiri ingin mencapai kesepakatan tentang tanggapan global atas pandemi pada konferensi tingkat menteri di Jenewa, Swiss yang berlangsung mulai 30 November hingga 3 Desember.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN