Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo. ( Foto: DEBBIE HILL / POOL / AFP )

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo. ( Foto: DEBBIE HILL / POOL / AFP )

AS Sebut Pakta Investasi UE-Tiongkok Lemah

Sabtu, 9 Januari 2021 | 05:58 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengkritik kesepakatan investasi Uni Eropa (UE) dan Tiongkok pada 30 Desember 2020. Menurut dia, pakta tersebut lemah dan tidak dapat melindungi UE dari risiko yang ditimbulkan oleh Tiongkok.

“Saat kami melihatnya, itu adalah perjanjian yang lemah. Perjanjian itu tidak melindungi pekerja Eropa dari predator Partai Komunis Tiongkok,” ujar dia dalam program wawancara David Rubenstein of Bloomberg News pada Selasa (5/1), yang dilansir AFP pada Jumat (8/1).

Sebagai informasi, itu merupakan kritik terbuka pertama Pompeo dari kabinet pemerintahan demisioner Presiden Donald Trump.

Sementara itu pada bulan lalu, penasihat keamanan nasional Presiden terpilih Joe Biden, Jake Sullivan akan melakukan “konsultasi awal dengan sekutu Eropa mengenai kekhawatiran bersama atas praktik-praktik ekonomi Tiongkok.

Sebagai kritikus setia Tiongkok, Pompeo berhenti sejenak untuk mendesak UE membatalkan perjanjian tersebut. Dan menjelaskan bahwa Amerika Serikat tidak tertarik dengan hal serupa.

“Kami terlalu peduli dengan para pekerja kami, tentang rakyat kami, tentang manufaktur kami, tentang kekayaan intelektual kami demi menandatangani kesepakatan yang lemah, yang akan terus memungkinkan Tiongkok untuk terlibat dalam kegiatan yang tidak adil dan merata, seimbang dan timbal balik,” kata Pompeo.

Masyarakat Eropa berharap bahwa pakta investasi akan membuka pasar Tiongkok yang menguntungkan miliaran lebih untuk bisnis mereka, dan menawarkan dorongan yang dibutuhkan setelah pelonggaran aturan terkait pandemi virus corona Covid-19.

UE memutuskan tetap melangkah maju, walau ada kekhawatiran tentang catatan hak asasi manusia Tiongkok, termasuk penahanan massal terhadap sedikitnya satu juta warga Uighur dan umat Muslim berbahasa Turki lainnya.

Pakta tersebut diklaim sebagai kemenangan besar bagi Tiongkok setelah dorongan pemerintahan Trump untuk mengisolasinya. Hal ini termasuk mendesak semua negara untuk melepaskan kerja sama jaringan internet 5G dari raksasa telekomunikasi Huawei, dengan alasan menimbulkan risiko keamanan.

Seperti diberitakan sebelumnya, UE dan Tiongkok menyetujui kesepakatan investasi yang disebut Perjanjian Komprehensif tentang Investasi atau Comprehensive Agreement on Investment (CAI) pada 30 Desember tahun lalu.

UE menegaskan bahwa CAI adalah yang “paling ambisius”, yang diyakini ditandatangani Tiongkok untuk menurunkan hambatan-hambatan bagi bisnis UE, memperkuat persaingan dan memperkuat perlindungan lingkungan.

Kepala UE Ursula von der Leyen, dan Kepala Dewan Eropa Charles Michel menyatakan telah setuju dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk menyelesaikan proses negosiasi melelahkan selama tujuh tahun terakhir, dalam konferensi video yang turut menyertakan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN