Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Botol vaksin berlabel vaksin Covid-19 dengan latar belakang  logo perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS) Johnson & Johnson. ( Foto ilustrasi: JUSTIN TALLIS / AFP )

Botol vaksin berlabel vaksin Covid-19 dengan latar belakang logo perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS) Johnson & Johnson. ( Foto ilustrasi: JUSTIN TALLIS / AFP )

AS Tetap Pakai Vaksin Covid J&J Disertai Peringatan

Senin, 19 April 2021 | 09:41 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Kepala penasihat medis Gedung Putih Dr. Anthony Fauci mengatakan pada Minggu (18/4) waktu setempat, bahwa dia yakin Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan melanjutkan penggunaan vaksin Covid-19 buatan Johnson & Johnson (J&J), dengan melampirkan label peringatan atau batasan yang dilampirkan.

Para regulator kesehatan telah meminta negara-negara bagian pada Selasa (13/4) untuk menghentikan sementara pemberian vaksinasi dosis tunggal J&J. Penghentian tersebut menyusul laporan enam kasus pembekuan darah otak yang langka pada wanita, dari total sekitar 7 juta orang yang telah menerima vaksin di AS.

Kasus pembekuan darah itu terjadi pada kelompok wanita usia 18 hingga 48 tahun, yang mana mengalami gejala selama enam hingga 13 hari setelah menerima suntikan vaksin. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan ( Food and Drug Administration/FDA), pemberian rekomendasi untuk menghentikan sementara vaksin ini dengan alasan “sangat berhati-hati.”

Fauci mengatakan telah mengantisipasi keputusan tentang vaksin J&J dengan segera pada Jumat (23/4), yakni ketika panel penasihat vaksin Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (Centers for Disease Control and Prevention’s/CDC) melanjutkan pembahasan kembali.

“Perkiraan saya, adalah kami akan terus menggunakannya dalam beberapa bentuk. Saya sangat meragukan jika mereka membatalkannya begitu saja. Saya tidak berpikir itu akan terjadi. Saya pikir kemungkinan akan ada semacam peringatan atau pembatasan atau penilaian risiko,” ujar Fauci selama wawancara dalam “Meet the Press” NBC, yang dilansir CNBC.

“Saya tidak berpikir mereka hanya akan kembali dan berkata, 'Oke, semuanya baik-baik saja. Kembali lagi'. Saya pikir kemungkinan besar akan mengatakan, 'Oke, kami akan menggunakannya, tapi hati-hati dalam keadaan tertentu ini',” demikian ditambahkan oleh Fauci.

Akibat penghentian vaksin J&J, terdapat sekitar 5% dari pasokan vaksin di AS yang dikesampingkan. Namun, belum diketahui jelas bagaimana penghentian vaksin akan memengaruhi tujuan perusahaan untuk memberikan 100 juta dosis di seluruh negeri pada akhir Mei.

Sedangkan Penasihat presiden AS, Jeff Zients, mengatakan penghentian itu tidak akan berdampak signifikan pada program vaksinasi Covid-19 AS, yang mendistribusikan cukup banyak vaksin dari Pfizer dan Moderna untuk melanjutkan kecepatan saat ini sekitar 3 juta suntikan setiap hari.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : CNBC

BAGIKAN