Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbicara tentang laporan ketenagakerjaan Mei pada 4 Juni 2021, di Pantai Rehoboth, Delaware, Convention Center. ( Foto: JIM WATSON / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbicara tentang laporan ketenagakerjaan Mei pada 4 Juni 2021, di Pantai Rehoboth, Delaware, Convention Center. ( Foto: JIM WATSON / AFP )

AS Umumkan Penguatan Rantai Pasokan Vital

Rabu, 9 Juni 2021 | 06:16 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Selasa (8/6) waktu setempat mengumumkan serangkaian strategi yang dirancang untuk memperkuat rantai pasokan AS yang penting, juga membangun kemampuan manufaktur dalam negeri untuk produk-produk utama, dan mengatasi kerentanan yang ada.

Sebelumnya pada Februari, Biden telah memerintahkan dilakukan peninjauan antar lembaga selama 100 hari terhadap rantai pasokan dalam negeri. Tinjauan dan rekomendasi kebijakan yang dihasilkan itu dimuat dalam laporan baru setebal ratusan halaman yang dirilis, Selasa. Demikian dilansir CNBC.

Hasil rekomendasi awal laporan tersebut berfokus pada empat produk penting bagi perekonomian AS, yakni baterai lithium berkapasitas besar, logam tanah jarang (rare earth minerals), semikonduktor, dan bahan-bahan baku farmasi aktif.

  • Baterai Lithium Kapasitas Besar

Departemen Energi (Departement of Energy/DOE) bertujuan merilis rencana 10 tahun untuk mengembangkan rantai pasokan baterai lithium domestik di AS agar mampu memproduksi baterai yang menggerakkan kendaraan listrik. Bahkan DOE akan mendistribusikan anggaran sebesar US$17 miliar dalam Program Pinjaman Manufaktur Kendaraan Teknologi Canggih sebagai upaya mendukung penelitian dan upaya manufaktur baru di AS.

  • Logam Tanah Jarang

Departemen Dalam Negeri (Department of Interior) akan memimpin satuan tugas untuk mengidentifikasi lokasi di mana mineral-mineral penting dapat diproduksi dan diproses di AS. Laporan itu mengatakan, AS akan mengembangkan kapasitas untuk produksi, pemurnian, dan daur ulang berkelanjutan terhadap 17 logam tanah jarang yang digunakan dalam ponsel, mobil, dan magnet, seraya memenuhi standar lingkungan yang tinggi.

  • Semikonduktor

Sebagai informasi, ketika AS bergulat dengan kekurangan semikonduktor yang menyebabkan pabrik-pabrik manufaktur mobil utama menganggur, Gedung Putih menyatakan bakal bekerja sama dengan sektor-sektor swasta guna meningkatkan transparansi rantai pasokan.

  • Bahan Baku Farmasi Canggih

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (Department of Health and Human Services) akan menggunakan wewenang yang diberikan berdasarkan Undang-Undang Produksi Pertahanan untuk memberikan komitmen sekitar US$60 juta. Anggaran ini berguna mengembangkan teknologi platform baru yang bertujuan meningkatkan kapasitas produksi domestik untuk bahan baku farmasi canggih (advanced pharmaceutical ingredients/API).

Selain langkah-langkah di atas yang dirancang untuk meningkatkan pasokan produk tertentu, Pemerintah AS juga mengumumkan beberapa inisiatif yang lebih luas.

Untuk membantu melatih para pekerja yang akan dibutuhkan menjadi staf proyek-proyek baru tersebut maka Gedung Putih mengumumkan hibah tambahan sebesar US$ 100 juta guna mendukung upaya perluasan pemagangan yang dipimpin oleh negara bagian. Bantuan tersebut akan dikelola oleh Departemen Tenaga Kerja.

Sedangkan Departemen Energi akan mengumumkan kebijakan baru yang mengharuskan penerima hibah penelitian dan pengembangan DOE, membuat produk-produk tersebut secara substansial di Amerika Serikat.

Seiring dengan upaya untuk meningkatkan rantai pasokan domestik, pemerintahan Biden bakal mengumumkan langkah-langkah baru untuk memerangi praktik perdagangan luar negeri yang tidak adil – yang kerap disebut telah berkontribusi pada pengikisan rantai pasokan di seluruh dunia.

Salah satunya adalah dengan membentuk kekuatan langsung gugus tugas perdagangan yang dipimpin oleh kantor Perwakilan Dagang AS. Gugus tugas ini bertujuan mengidentifikasi tindakan penegakan unilateral dan multilateral yang dapat dilakukan AS untuk menghukum negara-negara yang diyakini terlibat dalam praktik perdagangan yang tidak adil.

Menurut seorang pejabat senior pemerintah, gugus tugas itu akan fokus pada pengembangan kebijakan perdagangan AS-Tiongkok.

Ada pun tindakan terkait penegakan lain yang akan menjadi evaluasi – dan dipimpin oleh Departemen Perdagangan – adalah apakah akan memulai penyelidikan magnet neodymium sesuai Bab 232 dari Undang-Undang Perluasan Perdagangan.

Mengingat logam tanah jarang kerap digunakan dalam produksi motor dan elektronik oleh warga sipil dan militer. Maka apabila penyelidikan menyimpulkan keamanan nasional AS terancam oleh pasokan asing neodymium, mereka bisa membuka pintu untuk melakukan pembatasan atau tarif impor.

Sebelumnya, mantan presiden Donald Trump telah menggunakan Bab 232 sebanyak dua kali selama satu periode menjabat. Dia menyebut, tindakannya dibenarkan untuk memberlakukan tarif baja dan aluminium yang luas. Kebijakan tarif itu sendiri diketahui masih berlaku, dan Biden belum mengatakan apakah akan mencabutnya atau tidak.

Namun, seorang pejabat senior administrasi yang memberi pengarahan kepada wartawan menekankan bahwa tindakan kebijakan perdagangan Biden secara fundamental berbeda dari kebijakan perang perdagangan Trump, karena ditargetkan dengan hati-hati.

“ami tidak ingin mengobarkan perang dagang dengan sekutu dan mitra kami. Kami melihat produk yang sangat bertarget, di mana kami pikir ada alat efektif yang dapat kami gunakan untuk memperkuat rantai pasokan kami sendiri dan mengurangi kerentanan,” katanya.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN