Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tangkapan layar Duta Besar RI untuk Kanada, Abdul Kadir Jailani, saat berbicara dalam diskusi virtual bertajuk Asean-Canada Free Trade Agreement Potential Benefits & Challenges, pada 15 September 2020. ( Foto: ANTARA/Aria Cindyara )

Tangkapan layar Duta Besar RI untuk Kanada, Abdul Kadir Jailani, saat berbicara dalam diskusi virtual bertajuk Asean-Canada Free Trade Agreement Potential Benefits & Challenges, pada 15 September 2020. ( Foto: ANTARA/Aria Cindyara )

Asean-Kanada Dorong Negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas

Rabu, 16 September 2020 | 07:01 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Kanada dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) mendorong dimulainya negosiasi untuk Perjanjian Perdagangan Bebas atau Free Trade Agreement (FTA) antara kedua pihak guna mempermudah dan meningkatkan kegiatan perdagangan.

Dalam dialog virtual terkait FTA antara Asean dan Kanada yang digelar dari Jakarta, pada Selasa (15/9), Duta Besar (Dubes) RI untuk Kanada, Abdul Kadir Jailani menjelaskan bahwa pada konsultasi tingkat menteri perekonomian antara negara-negara anggota Asean dan Kanada yang ke-9 pada akhir Agustus, para menteri telah menugaskan pejabat masing-masing untuk mengembangkan dokumen referensi.

“Dokumen tersebut untuk mengidentifikasi kemungkinan tujuan-tujuan FTA, elemen/bagian yang diajukan, termasuk kemungkinan tingkat ambisi untuk masing-masing area konvergensi dan perbedaan, serta pertimbangan yang relevan lainnya,” ujar Dubes Jailani, yang dikutip oleh Antara.

Dia juga menyinggung keuntungan dari dimulainya negosiasi FTA antara kedua pihak, dan mengatakan bahwa hasil studi kelayakan yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Institut Riset Ekonomi untuk Asean dan Asia Timur (ERIA) menunjukkan hal serupa.

Terkait tingkat ambisi dari negosiasi FTA tersebut, Jailani menjelaskan bahwa kesepakatan ekonomi itu harus komprehensif dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Perjanjian kerja sama perdagangan bebas dapat cukup ambisius, dan apabila memungkinkan, berangkat berdasarkan komitmen-komitmen dan FTA Asean yang sudah ada sebelumnya,” kata dia, yang juga menyebut Asean, Australia, New Zealand FTA (AANZFTA) yang dapat digunakan sebagai benchmark.

Selain itu, Jailani menyebut soal pengurangan substansial atas non-tariff measures, pelonggaran dalam jasa, pelonggaran dan perlindungan investasi, promosi fasilitasi perdagangan, serta pengaturan standar dan norma-norma, sebagai bagian dari tingkat ambisi tersebut.

Sedangkan Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Cameron Mackay mengatakan dalam kesempatan yang sama, bahwa Asean dan Kanada telah berdiskusi tentang negosiasi kesepakatan perdagangan bebas selama beberapa tahun terakhir.

“Saya rasa diskusi hari ini telah menunjukkan keuntungan-keuntungan dari memulai negosiasi tersebut, dan menyelesaikannya sesegera mungkin,” ujar Dubes MacKay.

Dia pun menggarisbawahi pentingnya perjanjian kerja sama perdagangan bebas di tengah upaya negara-negara untuk memulihkan ekonomi yang melambat akibat pandemi Covid -19.

“Kita perlu bergerak cepat ke depan karena negosiasi antara Kanada dan Asean telah tertunda beberapa tahun dan kita harus terus bekerja menuju tujuan ini. Namun di saat yang sama, saya rasa Indonesia dan Kanada juga perlu mulai secara aktif menjajaki kemungkinan kesepakatan perdagangan bebas bilateral apabila kita tidak bisa melanjutkan kesepakatan Asean-Kanada,” kata MacKay.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Dubes Abdul Kadir Jailani pun sempat menunjukkan keinginan Pemerintah Indonesia untuk segera memulai negosiasi kesepakatan bilateral tersebut dengan Kanada.

Selain Dubes Abdul Kadir Jailani dan Cameron MacKay, turut hadir sejumlah pembicara lain dalam diskusi tersebut, termasuk Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu RI, Jose Tavares, Dirjen Negosiasi Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI Iman Pambagyo. 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN