Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov (tengah) berbicara dengan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan (kiri) dan Menlu Indonesia Retno Marsudi (kanan) pada Pertemuan Menlu Asean ke-55 di Phnom Penh, Kamboja pada 5 Agustus 2022. (FOTO: Tang Chhin Sothy / AFP)

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov (tengah) berbicara dengan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan (kiri) dan Menlu Indonesia Retno Marsudi (kanan) pada Pertemuan Menlu Asean ke-55 di Phnom Penh, Kamboja pada 5 Agustus 2022. (FOTO: Tang Chhin Sothy / AFP)

Asean-Russia Ministeral Meeting: Penyelesaian Damai Penting untuk Atasi Konflik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 18:14 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

PHNOM PENH, investor.id – Sudah lebih dari 25 tahun, Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (Asean) dengan Rusia menjadi mitra dialog. Dengan demikian, relasi ini diharapkan dapat mendorong perdamaian untuk mengatasi konflik.

“Indonesia berharap agar kemitraan Asean-Rusia dapat membawa perdamaian dan kemakmuran yang berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Piagam Asean, dan prinsip-prinsip hukum internasional,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dalam Asean-Russia Ministerial Meeting di Phnom Penh, Kamboja, menurut rilis Kementerian Luar Negeri pada Jumat (5/8).

“Dengan penghormatan terhadap prinsip-prinsip ini, maka kemitraan Asean-Rusia akan berlangsung lebih langgeng,” lanjut Retno.

Baca juga: Prospek Jangka Panjang Ekonomi Rusia Gelap

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Retno juga menyampaikan kembali harapan Indonesia agar konflik di Ukraina dapat diselesaikan secara damai.

Harapan ini juga disampaikan saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Juli 2022. Indonesia tidak akan berhenti untuk terus mendorong penyelesaian damai perang di Ukraina.

Selain itu, Menlu Retno juga menyoroti isu ketahanan pangan.

Perwakilan Indonesia menyampaikan bahwa dampak perang sangat dirasakan oleh semua negara, termasuk negara-negara di kawasan Asean. Oleh karena itu, upaya reintegrasi ekspor pangan dan pupuk Rusia dalam rantai pasok dunia perlu terus didorong.

“Indonesia juga mendukung tercapainya kesepakatan Black Sea Initiative dan mengharapkan Rusia terus mendukung pelaksanaannya,” papar Retno.

Baca juga: Perdagangan Taiwan dengan Tiongkok Jauh Lebih Besar dari AS

Isu terakhir yang disampaikan oleh menlu adalah perkembangan di Myanmar. Ia menyampaikan bahwa hingga hari ini tidak terdapat kemajuan yang signifikan dari pelaksanaan 5 Points of Consensus (5PCs). Indonesia juga melihat tidak adanya komitmen Junta Militer untuk melaksanakan 5PCs.

“Oleh karena itu, Indonesia mengharapkan bahwa kunjungan Menlu Rusia Sergei Lavrov ke Myanmar sebelum pertemuan Asean tidak mengirimkan pesan yang berlawanan dengan dorongan Asean, agar Junta dapat segera mengimplementasikan 5PCs,” tulis pernyataan tersebut.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : Kemlu RI

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com