Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berpartisipasi dalam acara CNN town hall di Teater Pabst, di Milwaukee, Wisconsin, oada 16 Februari 2021. ( Foto: Saul Loeb  / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berpartisipasi dalam acara CNN town hall di Teater Pabst, di Milwaukee, Wisconsin, oada 16 Februari 2021. ( Foto: Saul Loeb / AFP )

Asia Tenggara Pilih Aliansi dengan AS

Rabu, 17 Februari 2021 | 06:39 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id – Jika terpaksa harus berpihak, negara-negara di Asia Tenggara akan memilih beraliansi dengan Amerika Serikat (AS) dibandingkan dengan Tiongkok. Dukungan dari negara-negara Asia Tenggara terhadap AS meningkat sejak Joe Biden memenangi pilpres tahun lalu.

Hal tersebut terungkap dari hasil survei tahunan lembaga kajian Singapura, ISEAS Yusof-Ishak Institute, dan dilansir CNBC pada Selasa (16/2).

Hasil survei Situasi Asia Tenggara yang dirilis pekan lalu itu menunjukkan 61,5% responden memilih beraliansi dengan AS jika dipaksa harus berpihak. Jumlah responden tersebut meningkat dari 53,6% dalam survei yang sama tahun lalu.

“Dukungan kawasan terhadap pemerintahan AS tampaknya meningkat karena prospek pemerintahan baru (di bawah Presiden Joe) Biden,” kata laporan hasil survei tersebut.

Survei dilakukan antara 18 November 2020 hingga 10 Januari 2021. Yang berarti setelah Biden dinyatakan menang atas Donald Trump dalam pilpres tersebut, tapi sebelum Biden dilantik pada 20 Januari 2021.

Survei tahunan ini melibatkan lebih dari 1.000 responden dari seluruh 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau Asean. Para respondennya mencakup pejabat negara, pengusaha, dan para pengamat dari perguruan tinggi, lembaga kajian, serta lembaga-lembaga riset.

Berdasarkan perbandingan data tingkat negara, mayoritas responden dari tujuh negara Asia Tenggara memilih AS dibandingkan Tiongkok, dalam survei terbaru itu. Jumlah negara ini bertambah dari tiga negara dalam survei tahun lalu. Negara yang berbalik menjadi akan berpihak ke AS adalah Kamboja, Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Tapi sebagian besar responden memilih Tiongkok, dibandingkan AS, Asean, dan lainnya, sebagai pihak yang memiliki pengaruh paling besar di Asia Tenggara.

Sekitar 76,3% responden memilih Tiongkok sebagai kekuatan ekonomi paling berpengaruh. Sedangkan 49,1% responden memilih Tiongkok sebagai kekuatan strategis dan politik paling berpengaruh.

Dalam beberapa tahun terakhir, Asia Tenggara terjebak di tengah-tengah dalam persaingan antara AS dan Tiongkok. Kedekatan wilayah berpenduduk lebih dari 650 juta jiwa dan beberapa negara dengan pertumbuhan ekonomi terpesat ini dengan Laut Tiongkok Selatan menjadikannya strategis sebagai mitra aliansi.

AS selama ini sangat berpengaruh di Asia Tenggara, secara keamanan maupun ekonomi. Tapi selama kepemimpinan Trump, AS menarik diri dari Trans-Pacific Partnership dan para pejabat tinggi AS absen dari beberapa pertemuan puncak regional.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN