Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bendera nasional Amerika Serikat (AS) dan Taiwan. ( Foto: EPA )

Bendera nasional Amerika Serikat (AS) dan Taiwan. ( Foto: EPA )

AS-Taiwan akan Gelar Dialog Ekonomi Babak Dua

Senin, 22 November 2021 | 06:06 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) mengatakan, AS dan Taiwan pada Senin (22/11) bakal mengadakan babak kedua dari dialog ekonomi yang diluncurkan tahun lalu untuk menghadapi tekanan Tiongkok terhadap negara pulau itu.

Pengumuman tersebut muncul beberapa hari setelah pertemuan virtual antara Presiden AS, Joe Biden dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Yang mana pasca pertemuan itu, Xi kemudian mengeluarkan peringatan kepada para pendukung kemerdekaan Taiwan di AS yang dianggap sedang bermain api.

Menurut pernyataan, dialog akan dilakukan di bawah naungan Institut Amerika di Taiwan (American Institute in Taiwan AIT), dan Kantor Perwakilan Ekonomi dan Budaya Taipei (Taipei Economic and Cultural Representative Office/TECRO) di Amerika Serikat, yang masing-masing bertindak sebagai kedutaan tidak resmi.

Deplu AS menyatakan Wakil Menteri Luar Negeri untuk Pertumbuhan Ekonomi, Energi dan Lingkungan, Jose Fernandez akan memimpin Dialog Kemitraan Kemakmuran Ekonomi AS-Taiwan kedua pada Senin.

“Kemitraan kami dibangun di atas perdagangan dan investasi dua arah yang kuat, hubungan antar-warga, dan dalam pertahanan bersama atas kebebasan dan nilai-nilai demokrasi bersama,” demikian menurut pernyataan, yang dikutip Reuters.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan pertemuan virtual akan dipimpin oleh Menteri Ekonomi, Wang Mei-hua dan Menteri Sains dan Teknologi, Wu Tsung-tsong.

Otoritas Taiwan berharap dialog tersebut pada akhirnya dapat mengarah pada kesepakatan perdagangan bebas dengan Amerika Serikat. Mereka juga memuji pertemuan perdana tahun lalu sebagai langkah maju. Sebagai informasi, ini adalah bagian dari peningkatan keterlibatan AS dengan Taipei di bawah mantan presiden Donald Trump yang kemudian dilanjutkan oleh pemerintahan Biden.

Namun langkah itu telah membuat marah Tiongkok, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Menurut laporan, kedua belah pihak telah mengadakan pembicaraan virtual – yang sempat tertunda lama – pada Juli tentang Perjanjian Kerangka Kerja Perdagangan dan Investasi (Trade and Investment Framework Agreement). Taiwan pun berharap akan kemungkinan untuk menandatangani perjanjian perdagangan bebas suatu hari nanti.

Tahun lalu, Pemerintah Taiwan mencabut larangan impor daging babi yang mengandung zat aditif pelangsing, ractopamine sehingga menghilangkan batu sandungan utama dalam jalinan kesepakatan dengan AS. Meski demikian, mereka bakal mengadakan referendum tentang masalah ini pada Desember.

Taiwan adalah produsen utama semikonduktor. Namun masalah kekurangan chip telah mengguncang rantai pasokan secara global dan memengaruhi para produsen mobil, khususnya. Otoritas AS yang khawatir, kemudian menekan Taiwan guna mempercepat produksi chip.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN