Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bendera nasional Amerika Serikat (AS) dan bendera nasional Tiongkok. ( Foto: Reuters )

Bendera nasional Amerika Serikat (AS) dan bendera nasional Tiongkok. ( Foto: Reuters )

AS-Tiongkok Bicarakan Kerja Sama dan Pemulihan Ekonomi

Kamis, 3 Juni 2021 | 06:17 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He dan Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen melakukan pembicaraan pada Rabu (2/6), untuk kali pertama sejak Presiden Joe Biden menjabat.

Baik pihak AS dan Tongkok mengatakan, kedua pemimpin telah membicarakan mengenai ekonomi dan kerja sama, serta terus terang membahas isu-isu yang menjadi perhatian.

“Yellen membahas rencana pemerintahan Biden untuk mendukung pemulihan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, serta pentingnya bekerja sama di bidang-bidang yang menjadi kepentingan AS,” demikian bunyi pernyataan yang dikeluarkan Departemen Keuangan (Depkeu) AS.

Pemerintah Tiongkok menyatakan, Liu dan Yellen telah sepakat bahwa hubungan ekonomi dua negara sangat penting. Laporan itu menyebutkan, para pemimpin mengadakan diskusi luas tentang situasi ekonomi makro dan kerja sama multilateral.

Meski demikian, tidak ada satu pihak pun yang menyampaikan penjelasan lebih lanjut tentang percakapaan Liu dan Yellen. Di sisi lain, dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di duna itu tetap menjadi mitra dagang erat, terlepas adanya ketegangan geopolitik.

Sebagai informasi, mata uang dolar AS telah melemah karena bank sentral AS mempertahankan tingkat suku bunga rendah demi mendukung pemulihan ekonomi dari pandemi virus corona Covid-19. Sebagai akibatnya, mata uang yuan Tiongkok berada pada posisi terkuatnya terhadap dolar AS dalam waktu sekitar tiga tahun. Hal ini yang kemudian membuat barang-barang Tiongkok relatif lebih mahal bagi para pembeli Amerika.

Selain itu, ada banyak ekonom di Negeri Tirai Bambu yang mengkhawatirkan efek tidak langsung dari anggaran besar belanja Pemerintah AS, yang dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan.

Para investor pun telah bertaruh pada pemulihan dan mengakibatkan harga komoditas melonjak. Kenaikan harga ini telah memukul bisnis Tiongkok, mendorong pemerintah pusat Tiongkok untuk mengumumkan bantuan tambahan dan menekan spekulasi pasar.

Di sisi lain, media Pemerintah Tiongkok menggolongkan diskusi kedua pemimpin pada Rabu sebagai diskusi yang mengusung hubungan sikap saling menghormati. Istilah tersebut sering digunakan oleh Tiongkok.

Pekan lalu, Liu juga sempat berbicara dengan Perwakilan Dagang AS Katherine Tai untuk pertama kalinya sejak Biden menjabat.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN