Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vaksin Covid-19 AstraZeneca. ( Foto: Fred Tanneau / AFP )

Vaksin Covid-19 AstraZeneca. ( Foto: Fred Tanneau / AFP )

AstraZeneca Janji Tingkatkan Produksi dan Distribusi Vaksin di Asia Tenggara

Senin, 26 Juli 2021 | 06:39 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

BANGKOK, investor.id – AstraZeneca (AZ) pada Sabtu (24/7) berjanji meningkatkan produksi dan distribusi vaksin Covid-19 di Asia Tenggara, kawasan yang sekarang dihadapkan pada penyebaran cepat varian Delta dari virus tersebut.

Produksi vaksin Covid-19 buatan AZ saat ini antara lain dilakukan di Thailand. Selain untuk memenuhi kebutuhan Thailand, vaksin itu juga diekspor ke negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Namun Thailand pun saat ini kekurangan pasokan vaksin Covid-19. Sehingga muncul kritik keras dari pemerintahan Perdana Menteri (PM) Prayut Chan-O-Cha.

Dalam surat terbukanya kepada rakyat Thailand, seperti dilansir AFP, AZ berjanji akan mempercepat produksi dan pasokan vaksin tersebut. Berdasarkan perjanjian dengan pemerintah Thailand, AZ akan memproduksi 180 juta dosis vaksin. Sepertiganya untuk Thailand dan sisanya untuk diekspor.

Menurut James Teague, perwakilan AZ di Thailand, hingga akhir Juli 2021 pihaknya akan menyalurkan 11,3 juta dosis vaksin Covid-19 untuk Thailand. Sedangkan untuk ekspor belum dimulai.

“Kami menyalurkannya secepat mungkin, tapi karena parahnya varian Delta, kami berjanji untuk mempercepat penyalurannya,” kata Teague dalam surat terbuka itu.

Ia menambahkan bahwa pihaknya juga sudah menghubungi 20 lebih rantai pasokannya di seluruh dunia untuk mendapatkan tambahan pasokan vaksin untuk Asia Tenggara.

“Tapi, masalah pasokan global vaksin Covid-19 dan kekurangan bahan bakunya menyulitkan kami untuk memenuhi pasokan sesuai waktu yang ditentukan,” tambah dia.

Kontrak produksi vaksin AZ tahun lalu diberikan kepada Siam Bioscience, perusahaan milik Raja Thailand Maha Vajiralongkorn. Sayangnya, perusahaan ini tidak memiliki pengalaman dalam produksi vaksin.

Padahal, perusahaan itu memproduksi vaksin Covid-19 untuk tujuan sembilan negara. Termasuk juga untuk Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Pihak Siam Bioscience belum mengeluarkan pernyataan terkait kekurangn produksi dan kelambanan penyaluran itu.

Tapi pemerintah Thailand terpaksa harus mengubah strategi vaksinasinya dengan mengimpor jutaan dosis vaksin dari Tiongkok. Sementara kemarahan rakyat Thailand semakin membesar karena baru 5% dari 70 juta penduduk yang sudah divaksinasi lengkap.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN