Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memegang semikonduktor selama memberikan sambutan sebelum menandatangani Perintah Eksekutif tentang ekonomi, di Ruang Makan Negara Gedung Putih, di Washington, DC., pada 24 Februari 2021. ( Foto: Doug Mills / Pool / Getty Images / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memegang semikonduktor selama memberikan sambutan sebelum menandatangani Perintah Eksekutif tentang ekonomi, di Ruang Makan Negara Gedung Putih, di Washington, DC., pada 24 Februari 2021. ( Foto: Doug Mills / Pool / Getty Images / AFP )

Atasi Kelangkaan 'Chip', AS akan Perkuat Rantai Pasokan

Jumat, 26 Februari 2021 | 06:22 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjanji untuk mengakhiri masalah kelangkaan bahan-bahan baku penting di industri otomotif dengan memperkuat rantai pasokan. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran atas krisis semikonduktor yang memaksa produsen mobil di Negeri Paman Sam memangkas produksi.

“Intinya sederhana, rakyat Amerika tidak boleh menghadapi kekurangan barang dan jasa yang mereka andalkan,” ujar Biden, sesaat sebelum menandatangani keputusan presiden untuk memperkuat rantai pasokan AS pada Rabu (24/2) waktu setempat, yang dilansir AFP.

Pengumuman kebijakan tersebut muncul di tengah permohonan langsung dari para pebisnis yang khawatir, tidak hanya terhadap kekurangan chip jangka pendek, melainkan juga keandalan jangka panjang mineral langka dan barang lain.

Masalah pasokan sendiri telah muncul, khususnya sehubungan dengan masker dan peralatan pelindung diri (APD) selama pandemi virus corona Covid-19.

Ada pun isi perintah Biden, meminta peninjauan selama 100 hari di seluruh badan federal terkait semikonduktor dan tiga item utama lainnya, yakni farmasi, mineral penting, dan baterai berkapasitas besar.

Presiden AS juga akan menugaskan peninjauan sumber yang lebih dalam selama satu tahun untuk menghimpun masukan-masukan utama di industri tambahan guna menganalisis risiko terhadap infrastruktur kritis, dan meninjau langkah-langkah untuk membuat rantai pasokan lebih tangguh.

Biden menggambarkan bahwa pembahasan soal masalah kelangkaan bahan baku penting inti berlangsung sangat produktif dengan anggota Kongres dari Partai Republik di Gedung Putih sebelum upacara penandatanganan perintah eksekutif.

“Seperti di masa lalu, orang-orang sebenarnya berada di halaman yang sama,” kata Biden, merujuk pada rasa hormat terhadap kesepakatan bipartisan.

Di samping itu, langkah yang diambil Biden dilakukan di tengah seruan untuk membangun lebih banyak kapasitas semikonduktor di Amerika Serikat, serta skeptisisme bipartisan terhadap Tiongkok – yang merupakan produsen utama mineral langka, dan pemasok serta pengguna pasokan penting lainnya yang terus berkembang.

Isi lembar fakta Gedung Putih tentang kebijakan tersebut memang tidak menyebutkan kata Tiongkok, tetapi menekankan pada kemandirian AS.

“Amerika Serikat harus memastikan bahwa kekurangan produksi, gangguan perdagangan, bencana alam, dan tindakan potensial oleh pesaing dan musuh asing tidak pernah membuat Amerika Serikat rentan lagi,” bunyi pernyataan Gedung Putih.

Pendahulu Biden, Donald Trump – yang melancarkan perang perdagangan mahal dengan Tiongkok – juga menyoroti perlunya membangun rantai pasokan AS untuk mineral penting.

Perkiraan Pulih 2021

Sebagai informasi, General Motors (GM) dan Ford telah memangkas produksi mobil di pabrik-pabrik AS karena kekurangan semikonduktor. Sebagian besar penyebabnya adalah adanya permintaan yang terlalu besar untuk elektronik pribadi selama pandemi Covid-19.

Para produsen mobil mengatakan, krisis pasokan akan mengurangi pendapatan 2021 setidaknya US$ 1 miliar, tetapi telah mengisyaratkan mereka memperkirakan krisis akan terangkat di akhir tahun. “Kami melihat situasinya akan teratasi tahun ini,” ujar Chief Executive Officer (CEO) GM Mary Barra pada awal bulan ini.

Namun dia menambahkan, masih terlalu dini untuk mengatakan dengan tepat kapan itu akan berakhir. Sementara itu, IHS Markit memperkirakan krisis semikonduktor akan menunda pengiriman satu juta kendaraan di seluruh dunia pada kuartal I. Tetapi industri masih dapat memenuhi target setahun penuh setelah pemulihan di akhir tahun.

Menurut Patrick Penfield, seorang profesor praktek rantai pasokan di Syracuse University, tidak ada langkah signifikan yang dapat diambil AS dalam mengatasi kekurangan semikonduktor saat ini.

Namun Penfield mengatakan, kebijakan masa depan untuk memberi insentif pada produksi dalam negeri di sektor-sektor utama seperti farmasi, pertahanan dan peralatan medis sangat masuk akal. “Ini dapat mencakup insentif pajak atau kontrak pemerintah membeli produk Amerika,” tuturnya.

Desakan Dunia Usaha

Kelompok-kelompok bisnis dan teknologi terkemuka disebut-sebut telah mendesak Biden untuk memberlakukan kredit pajak investasi untuk mendorong pembangunan lebih banyak pabrik semikonduktor. Desakan ini tertuang dalam surat tertanggal 18 Februari, yang ditandatangani antara lain oleh Kamar Dagang AS (US Chamber of Commerce), Asosiasi Industri Semikonduktor (Semiconductor Industry Association), dan Aliansi untuk Inovasi Otomotif (Alliance for Automotive Innovation).

“Untuk menjadi kompetitif dan memperkuat ketahanan rantai pasokan penting, kami percaya AS perlu memberi insentif pada pembangunan fasilitas manufaktur semikonduktor baru dan modern, dan berinvestasi dalam kemampuan penelitian,” demikian isi surat itu.

Presiden Aliansi untuk Manufaktur Amerika (Alliance for American Manufacturing) Scott Paul memuji pengumuman yang disampaikan Biden. Tetapi, pengumuman itu baru permulaan saja. “Pergeseran prioritas yang berani dan dramatis – dari pajak dan kebijakan perdagangan ke inovasi dan pemeriksaan finansialisasi – diperlukan untuk mengamankan masa depan yang kuat bagi pekerja Amerika, basis manufaktur kami, dan bangsa kami,” kata Paul dalam sebuah pernyataan.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN