Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Orang-orang melintasi Jembatan Triana di Seville pada 2 Mei 2020. Pemerintah Spanyol mengizinkan warganya untuk pergi keluar rumah dan berolahraga untuk pertama kalinya, sejak aturan lockdow mencegah penyebaran penyakit Covid-19 diberlakukan selama 48 hari. ( Foto: CRISTINA QUICLER / AFP )

Orang-orang melintasi Jembatan Triana di Seville pada 2 Mei 2020. Pemerintah Spanyol mengizinkan warganya untuk pergi keluar rumah dan berolahraga untuk pertama kalinya, sejak aturan lockdow mencegah penyebaran penyakit Covid-19 diberlakukan selama 48 hari. ( Foto: CRISTINA QUICLER / AFP )

Aturan Karantina Baru Kacaukan Liburan Warga Inggris

Sabtu, 1 Agustus 2020 | 07:52 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Aturan karantina baru yang diberlakukan Pemerintah Inggris dan menyangkut Spanyol telah mengacaukan rencana liburan musim panas warga Inggris di salah satu tujuan utama wisatanya tersebut.

Rosie Lunt, warga asal kota Bath di Inggris barat, dan empat anggota keluarganya sudah memesan perjalanan untuk dua pekan di Mayorka, Pulau Balearik untuk bulan depan. Sekarang ia terpaksa mengalihkan rencananya dari pantai Mediterania yang hangat ke wilayah yang lebih dingin di Atlantik Utara, plus liburan dalam negeri di Cornwall di barat daya Inggris.

Keluarga Lunt khawatir akan mengalami hasil tes positif Covid-19 setibanya di Spanyol. Dan alih-alih menikmati liburan, malahan harus menghabiskannya dalam isolasi mandiri.

“Kami khawatir kalau diukur suhu tubuh di bandara lalu ada potensi harus menjalani karantina dua pekan,” ujar Lunt, ibu tiga anak-anak yang masih kecil, kepada AFP, Jumat (31/7).

Keputusan mereka untuk mengubah tujuan liburan akhirnya tepat. Karena sekalipun jadi ke Spanyol, sepulangnya ke Inggris nanti tetap harus menjalani karantina, gara-gara aturan karantina baru yang diterapkan mulai akhir pekan ini.

Kebijakan baru itu diambil menyusul lonjakan kasus baru Covid-19 di Spanyol daratan. Tapi mendapat kritik dari sektor pariwisata serta dari Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez, yang berkukuh negaranya aman bagi para pelancong.

“Operator-operator tur Inggris, yang menangani jutaan kunjungan musim panas ke Spanyol setiap tahunnya, sekarang menghadapi dampak finansial sangat besar,” kata asosiasi perjalanan Inggris ABTA.

Karena para turis asal Inggris sekarang menghilang, dari pesta-pesta di Ibiza, mandi sinar matahari di Costa Brava, dan sarapan penuh menu Inggris di Costa del Sol.

Spanyol adalah tujuan utama wisata bagi para turis Inggris, mengalahkan Prancis dan Amerika Serikat (AS). Selama tiga tahun terakhir, lebih dari 18 juta turis Inggris melancong ke Spanyol. Jumlah tersebut hampir 25% total pengunjung ke Spanyol. 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN