Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden RRT Xi Jinping

Presiden RRT Xi Jinping

Bank Dunia: Tiongkok Harus Perbaiki Dampak Negatif BRI

PYA, Kamis, 20 Juni 2019 | 13:03 WIB

WASHINGTON – Bank Dunia menyampaikan dampak-dampak negatif yang ditimbulkan dari proyek infrastruktur Tiongkok yang dikenal sebagai Belt and Road Initiative (BRI), jika tidak dilakukan perbaikan, seperti kerusakan lingkungan, risiko utang, dan korupsi.

Namun begitu, Bank Dunia mengakui jika ada pula dampak positif yang ditimbulkan, di antaranya dapat mendorong perekonomian dan mengentaskan kemiskinan di banyak negara berkembang.

Laporan Bank Dunia mengenai “Belt and Road Economics” pada Rabu (19/6) menyebutkan bahwa proyek itu memiliki potensi untuk secara substansial meningkatkan perdagangan, investasi asing, dan taraf hidup yang layak. Tetapi hal itu hanya tercapai apabila Tiongkok dan negara-negara yang berada dalam koridornya melakukan reformasi kebijakan guna meningkatkan transparansi, memperluas perdagangan serta mengurangi risiko terhadap lingkungan dan korupsi.

logo bank dunia
logo bank dunia

 

Wakil Presiden Bank Dunia Ceyla Pazarbasioglu mengatakan, kendati perdagangan meningkat tajam namun jika tidak terdistribusi merata ke negara-negara di sepanjang rute Jalur Sutra, keuntungan potensial datang dengan risiko yang cukup besar. Laporan tersebut memperkirakan, proyek-proyek BRI dapat meningkatkan perdagangan sebesar 2,8% sampai 9,7% untuk negara-negara yang berpartisipasi. Dan juga antara 1,7% dan 6,2% untuk dunia.

Kebijakan luar negeri yang diusung Presiden Xi Jinping tersebut bertujuan menemukan kembali Jalur Sutra yang menghubungkan Asia ke Eropa dan Afrika melalui investasi besar-besaran dalam proyek-proyek maritim, jalan raya, dan kereta api, dengan pembiayaan ratusan miliar dolar yang ditanggung perbankan Tiongkok.

Namun, para kritikus mengungkapkan bahwa proyek BRI – yang sudah berusia enam tahun – merupakan rencana Tiongkok untuk meningkatkan pengaruhnya secara global. Proyekproyek tersebut juga masih dipenuhi oleh kesepakatan-kesepakatan kabur yang hanya menguntungkan perusahaan- perusahaan Tiongkok, serta akan membebani negara-negara dengan hutang dan kerusakan lingkungan.

Hasil studi tersebut menemukan, sekitar seperempat dari negara-negara yang berpatisipasi sudah memiliki tingkat utang yang tinggi dan sebagian dari negara-negara itu memiliki kemungkinan meningkatnya kerentanan jangka menengah. (afp)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN