Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dua orang buruh membongkar muatan batu bata merah di sebuah lokasi kontruksi di Amritsar, Kamis, 21 Mei 2020. Bank sentral India pada Jumat, 22 Mei 2020 memangkas suku bunga acuan dan memperkirakan kontraksi ekonomi akibat Covid-19. (Foto: NARINDER NANU / AFP)

Dua orang buruh membongkar muatan batu bata merah di sebuah lokasi kontruksi di Amritsar, Kamis, 21 Mei 2020. Bank sentral India pada Jumat, 22 Mei 2020 memangkas suku bunga acuan dan memperkirakan kontraksi ekonomi akibat Covid-19. (Foto: NARINDER NANU / AFP)

Dampak Covid-19

Bank Sentral India Ingatkan Potensi Kontraksi Ekonomi

Iwan Subarkah Nurdiawan, Jumat, 22 Mei 2020 | 15:46 WIB

MUMBAI, Investor – Reserve Bank of India (RBI) pada Jumat, 22 Mei 2020, memangkas suku bunga acuan. Untuk meredam dampak karantina wilayah terbesar akibat wabah virus corona Covid-19 terhadap perekonomian. Bank sentral India ini juga mengingatkan potensi kontraksi ekonomi tahun ini.

RBI mengumumkan, suku bunga repo dipangkas 40 basis poin menjadi 4,0%. Ini adalah pemangkasan yang kedua di 2020.

“Dampak virus corona bakal melampaui perkiraan. Pertumbuhan PDB diestimasikan tetap dalam teritori negatif pada 2021. RBI akan terus waspada dan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi dampak wabah covid,” kata Shaktikanta Das, gubernur RBI, dalam konferensi pers daring di Mumbai.

Bulan lalu, indeks kegiatan sektor jasa di India mencatat kontraksi terbesar sejak 2005. Sedangkan inflasi melonjak jadi 8,6%.

Das mengatakan, ekonomi global menuju resesi karena Covid-19 telah mengganggu rantai pasokan di seluruh dunia. India mengalami kemerosotan perdagangan sangat dalam pada April 2020. Yang mana ekspor dan impornya sama-sama anjlok sekitar 60%.

Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi bulan ini sudah mengumumkan paket stimulus sekitar 20 triliun rupee. Setara US$ 266 miliar dan 10% PDB India.


 

Sumber : AFP

BAGIKAN