Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (FOTO: Nicholas Kamm / AFP)

Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (FOTO: Nicholas Kamm / AFP)

Bezos Kritik untuk Turunkan Harga Bahan Bakar

Senin, 4 Juli 2022 | 08:34 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

NEW YORK, investor.id – Pendiri Amazon Jeff Bezos mengritik Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden karena menyerukan kepada perusahaan minyak untuk menurunkan harga bahan bakar yang sekarang setinggi langit. Pernyataannya mendorong Gedung Putih untuk membela pemimpin AS pada Minggu (3/7).

“Pesan saya kepada perusahaan-perusahaan yang menjalankan SPBU dan menetapkan harga di stasiun itu sederhana. Ini adalah masa perang dan bahaya global,” cuit Biden di media sosial, akhir pekan lalu.

“Turunkan harga yang Anda kenakan di SPBU untuk mencerminkan biaya yang Anda bayar untuk produk. Dan lakukan sekarang,” tambah Biden.

Baca juga: Ketidakpastian Produksi OPEC+ di Masa Mendatang Batasi Harga Minyak

Bezos mengatakan bahwa pernyataan Biden sama dengan penyesatan langsung atau kesalahpahaman mendalam tentang dinamika pasar dasar.

“’Duh. Inflasi adalah masalah yang terlalu penting bagi Gedung Putih untuk terus membuat pernyataan seperti ini,” tulis miliarder AS itu di Twitter, Sabtu.

Harga bensin di SPBU telah menjadi simbol kenaikan harga yang lebih luas di Amerika dan mereka melemahkan peringkat persetujuan Biden menjelang pemilihan legislatif pada November 2022.

Biden secara berkala menyerang perusahaan minyak, dengan mengatakan bahwa mereka hanya peduli pada keuntungan dan bukan kesejahteraan konsumen rata-rata.

Perusahaan mengatakan pada gilirannya mereka telah meningkatkan produksi untuk mencoba menjinakkan harga. Tetapi ini ditetapkan di pasar dunia dan tunduk pada dinamika yang tidak di bawah kendali raksasa minyak AS.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan di Twitter pada Minggu bahwa harga minyak telah turun sekitar US$ 15 per barel selama sebulan terakhir.

“Tapi harga di pompa hampir tidak turun. Itu bukan ‘dasar dinamika pasar’. Ini adalah pasar yang mengecewakan konsumen Amerika,” tulisnya.

Harga bensin telah naik di atas US$ 5 per galon sejak awal Juni 2022, yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara yang gila mobil itu. Harga telah turun sedikit sejak itu, tetapi tetap jauh dari level US$ 3 per galon tahun lalu.

Baca juga: Subsidi Tepat Sasaran Atasi Gejolak Harga Minyak

John Kirby, juru bicara Gedung Putih tentang masalah keamanan nasional, juga membela presiden pada Minggu dalam sebuah penampilan di Fox News.

“Presiden bekerja sangat, sangat keras di banyak bidang... untuk mencoba menurunkan harga itu,” kata Kirby.

Dia mengutip usulan Biden untuk menangguhkan pajak gas federal musim panas ini, yang akan membutuhkan persetujuan kongres. Biden juga memutuskan untuk memanfaatkan cadangan minyak strategis AS untuk menempatkan lebih banyak produk di pasar.

“Dia tahu bahwa itu tidak akan menyelesaikan semua masalah, tetapi akan membantu jika semua orang bekerja sama dalam hal ini. Kita bisa menurunkan harga setidaknya sekitar satu dolar per galon,” kata Kirby.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com