Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. ( Foto: Anna Moneymaker-Pool/Getty Images/AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. ( Foto: Anna Moneymaker-Pool/Getty Images/AFP )

Biden Galang Dunia Usaha untuk Perangi Covid

Sabtu, 27 Februari 2021 | 07:21 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Jumat (26/2) waktu setempat dijadwalkan mengumumkan kemitraan baru antara pemerintah dan kelompok-kelompok bisnis papan atas untuk membantu negara memerangi Covid-19 dan menyukseskan program vaksinasinya.

Kelompok bisnis yang digalang pemerintahan Presiden Joe Biden termasuk Kamar Dagang, Business Roundtable, Asosiasi Pemanufaktur Nasional atau NAM, para pemimpin bisnis dari keturunan Hispanik, Afro-Amerika, Asia-Amerika, dan organisasi-organisasi bisnis milik kelompok minoritas lainnya.

Tujuan dari kemitraan ini adalah untuk meminta dunia usaha menggunakan kekuatannya dalam mempromosikan kebijakan-kebijakan kesehatan masyarakat.

“Untuk membantu mengurangi hambatan-hambatan vaksinasi bagi pekerja, untuk memperkuat penyampaian pesan kesehatan masyarakat terkait penggunaan masker dan vaksinasi kepada para pelanggan dan masyarakat,” kata New York Times dalam laporannya, yang dikutip CNBC, Jumat.

Di luar kemitraan tersebut, kelompok usaha farmasi Walgreens dan perusahaan transportasi online Uber meluncurkan proyek percontohan pengantaran gratis vaksin kepada perusahaan-perusahaan farmasi. Perusahaan lainnya termasuk Dollar General, Best Buy, dan Target menyatakan akan memberikan cuti dalam tanggungan bagi karyawannya untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

Sementara lewat kemitraan tersebut, Gedung Putih menyatakan akan mendesak lebih banyak perusahaan untuk mencontoh apa yang dilakukan ketiga perusahaan tersebut.

“Dalam beberapa pekan ke depan, pemerintahan Biden bersama kelompok-kelompok ini akan menyediakan instrumen dan panduan Covid-19 untuk membantu organisasi-organisasi itu menyediakan informasi akurat dan terkini kepada karyawan dan konsumennya,” kata Gedung Putih.

Melalui kemitraan tersebut, organisasi-organisasi tersebut akan dapat menjangkau jutaan perusahaan dan puluhan juta karyawan dalam upaya menghentikan penyebaran Covid-19.

Pemerintahan Biden juga akan membagikan berbagai cara yang dapat dilakukan perusahaan-perusahaan itu dalam membantu penanggulangan Covid-19.

Bill Gates

Sementara itu, Bill Gates (65 tahun), yang sudah menerima dosis kedua vaksin Covid-19 pada Rabu (24/2), dalam wawancara di media sosial Clubhouse mengatakan masih tetap mengenakan masker walau sudah sepenuhnya divaksinasi.

“Saya ingin memberi contoh yang baik. Walau pun sudah divaksinasi, tapi kamu masih dapat menularkan,” ujar Gates kepada Andrew Ross Sorkin di Clubhouse.

Pusat Pengendalian Penyakit AS atau CDC sebelumnya menegaskan bahwa setiap orang yang sudah mendapatkan vaksinasi penuh Covid-19 harus tetap mengikuti protokol kesehatan. Walaupun vaksin buatan Moderna dan Pfizer-BioNTech sudah terbukti efektif mencegah kematian dan gejala berat dari Covid-19, tapi belum ada bukti dapat mencegah penularannya.

“Saya tidak akan berhenti memakai masker dan akan tetap berhati—hati, khususnya bila berada di sekeliling orang yang belum divaksin,” kata Gates.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN