Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. ( Foto: ALEX WONG / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. ( Foto: ALEX WONG / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Biden Lanjutkan Inisiatif Bisnis Trump di Afrika

Rabu, 28 Juli 2021 | 06:09 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mengumumkan dorongan baru pada Selasa (27/7) untuk memperluas hubungan bisnis antara perusahaan-perusahaan Amerika dan Afrika. Ia akan fokus pada pembangunan infrastruktur digital, kesehatan, dan fisik yang penting di benua itu, menurut seorang pejabat senior AS.

Para eksekutif dari industri AS menyambut baik minat tersebut. Tetapi pihaknya mengatakan aliran dolar akan tertinggal, kecuali pemerintahan Biden mengakhiri tinjauan panjangnya terhadap langkah-langkah perdagangan pemerintahan Trump dan kebijakan yang jelas tentang investasi dalam gas alam cair.

Dana Banks, direktur senior Afrika di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, akan meluncurkan konferensi tingkat tinggi (KTT) bisnis AS-Afrika dengan janji untuk membayangkan kembali dan menghidupkan kembali Afrika yang makmur, sebuah inisiatif yang diresmikan oleh pemerintahan Trump pada 2018.

Biden, yang meminta sekitar US$ 80 juta untuk inisiatif dalam usulan anggarannya pada Mei, bertujuan memfokuskan inisiatif pada perempuan dan kesetaraan. Sementara peran diperluas untuk usaha kecil dan menengah.

Banks mengatakan tujuan pemerintah adalah untuk menemukan kembali Afrika yang makmur, sebagai pusat dari keterlibatan ekonomi dan komersial Amerika dengan Afrika. Ia mengatkan perincian lebih lanjut akan segera dirilis pada inisiatif pendamping yang disebut Digital Afrika. “Ini adalah area yang menjadi prioritas, baik di dalam maupun di luar negeri,” kata Banks, yang dikutip dari Businesshala.

Ia menambahkan bahwa negara-negara Afrika sangat ingin memperluas kerja sama mereka dengan Amerika Serikat dan perusahaan-perusahaannya.

Pejabat perdagangan AS memperingatkan bahwa AS berisiko diambil alih oleh Tiongkok dan Eropa, yang sudah melakukan investasi dan menyimpulkan perjanjian perdagangan di seluruh benua.

“Kami tidak bisa menunggu satu tahun lagi untuk mempersiapkan kebijakan Afrika, kami harus berani dalam berpikir,” kata Scott Eisner, presiden Pusat Bisnis AS-Afrika di Kamar Dagang AS.

Eisner mengatakan banyak perusahaan telah mulai berinvestasi di Kenya setelah pembicaraan pemerintahan Trump dengan Kenya mengenai perjanjian perdagangan bebas bilateral. Tetapi rencana itu terhenti sampai tinjauan Biden atas kebijakan itu selesai.

Kantor Perwakilan Dagang AS tidak segera mengomentari status peninjauan tersebut. Kendala lainnya adalah ketidakpastian kebijakan pemerintah AS terkait proyek LNG.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN