Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. ( Foto: Mandel Ngan / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. ( Foto: Mandel Ngan / AFP )

Biden Umumkan Operasi Tempur di Irak Berakhir

Rabu, 28 Juli 2021 | 05:58 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan hubungan pemerintahannya dengan Irak akan memasuki fase baru. Pasukan AS akan keluar dari operasi tempur di negara itu pada akhir tahun ini. Biden mengatakan itu saat bertemu pada Senin (26/7) dengan Perdana Menteri (PM) Irak Mustafa Al Kadhemi.

Di tengah ancaman kebangkitan kelompok Islamic State (IS) dan pengaruh kuat Iran di Baghdad, Biden menekankan bahwa pemerintahannya tetap berkomitmen pada kerja sama keamanan bersama. Sementara Kadhemi menegaskan kembali strategi kemitraan mereka.

"(Pasukan AS di Irak) akan terus melatih, membantu, membantu, menghadapi ISIS ketika itu muncul," kata Biden, Selasa (27/7), yang dikutip AFP.

Namun, dalam pergeseran yang terjadi saat pemerintah Amerika menarik diri dari Afghanistan, pemimpin AS itu menegaskan bahwa 2.500 tentara AS yang masih di Irak tidak akan berperang. "Kami tidak akan, pada akhir tahun, dalam misi tempur," tukasnya.

Delapan belas tahun setelah AS menginvasi Irak untuk menyingkirkan orang kuat Saddam Hussein, dan tujuh tahun setelah pemimpin koalisi AS memerangi ekstremis IS yang mengancam negara itu, pemerintah AS mengalihkan fokusnya ke jenis bantuan yang lain.

Dikatakan pihaknya akan membantu memperkuat pasokan tenaga listrik, melawan Covid-19, menghadapi dampak perubahan iklim, dan mendukung pengembangan sektor swasta.

Sekitar 500.000 dosis vaksin virus corona yang dijanjikan ke Baghdad akan tiba dalam beberapa minggu, kata Biden kepada Kadhemi di Gedung Putih.

Biden juga menekankan dukungan pemerintahannya untuk pemilihan pada Oktober di Irak. Dirinya mengatakan, pemerintah AS bekerja sama dengan Irak, Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memastikan pemilihan itu adil.

"Kami mendukung penguatan demokrasi Irak dan kami ingin memastikan pemilu tetap berjalan," kata dia.

Sementara Kadhemi mengatakan dirinya berada di Washington untuk membahas masa depan bangsa.

"Amerika, mereka membantu Irak. Bersama-sama kita berjuang, melawan dan mengalahkan ISIS. Hari ini, hubungan kami lebih kuat dari sebelumnya. Kemitraan kami di bidang ekonomi, lingkungan, kesehatan, pendidikan, budaya, dan lainnya," kata dia.

Pertemuan tatap muka tersebut, menurut para analis, adalah untuk memberikan dukungan dan perlindungan kepada Kadhemi. Ia berkuasa selama lebih dari satu tahun dan di bawah tekanan dari faksi politik sekutu pemerintah Iran untuk mendorong pasukan AS dari negaranya.

Seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya memuji Kadhemi karena bersikap pragmatis dan menjadi pemecah masalah.

"Daripada seseorang yang mencoba menggunakan masalah untuk kepentingan politiknya sendiri," tukasnya.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN