Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. ( Foto: NICOLAS ASFOURI, NICHOLAS KAMM / AFP )

Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. ( Foto: NICOLAS ASFOURI, NICHOLAS KAMM / AFP )

Biden-Xi akan Bertemu Sebelum Akhir Tahun

Jumat, 8 Oktober 2021 | 06:04 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berencana untuk bertemu melalui tautan video sebelum akhir tahun ini. Demikian dikatakan seorang pejabat senior AS.

Sumber itu menambahkan, ada kesepakatan prinsipil untuk pertemuan bilateral secara virtual.

"Presiden mengatakan betapa senangnya akan melihat Xi, yang tidak dia lihat selama beberapa tahun. Kami berharap mereka memiliki kemampuan untuk bertemu satu sama lain, meskipun hanya secara virtual," kata pejabat itu pada Kamis (7/10), dilansir dari AFP.

Pejabat itu mengutip laporan bahwa Xi tidak akan menghadiri pertemuan para pemimpin G-20 mendatang di Roma, Italia yang tadinya menjadi tempat yang netral bagi Biden untuk mengatur pertemuan bilateral.

Rencana pertemuan virtual diumumkan setelah Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan bertemu di Zurich dengan diplomat tinggi Tiongkok Yang Jiechi. Pejabat senior itu mengatakan pembicaraan itu berlangsung enam jam.

Selama pertemuan itu, Yang menyerukan kedua negara untuk bekerja sama, menurut kantor berita Xinhua.

"Ketika Tiongkok dan Amerika Serikat bekerja sama, kedua negara dan dunia akan diuntungkan. Ketika Tiongkok dan Amerika Serikat berada dalam konfrontasi, kedua negara dan dunia akan sangat menderita," katanya, menurut laporan Xinhua.

Dia mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok menekankan pentingnya pernyataan positif tentang hubungan Tiongkok-AS yang dibuat oleh Biden baru-baru ini.

Perjalanan Sullivan melanjutkan peningkatan kontak antara pemerintah Tiongkok dan AS, ketika Biden membantah telah membangun pagar pembatas untuk persaingan yang berkembang antara kedua kekuatan.

Ketegangan meningkat karena sikap agresif pemerintah Tiongkok terhadap Taiwan, keputusan AS untuk menjual kapal selam tenaga nuklir ke Australia, sengketa perdagangan, dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap kaum Uyghur di Xinjiang.

Yang menegaskan kembali posisi pemerintah Tiongkok di Taiwan, Hong Kong, Xinjiang, dan lainnya kepada Sullivan. "(Pemerintah AS) berhenti menggunakan isu-isu di atas untuk mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok," desaknya, menurut laporan Xinhua.

Pada Senin (4/10), Perwakilan Dagang AS Katherine Tai mengatakan dirinya akan segera berbicara dengan mitranya dari Tiongkok, ketika sengketa perdagangan besar-besaran terus berlanjut.

Setelah pertemuan di Zurich, Sullivan akan mengunjungi Brussel dan Paris, di mana dia juga akan mendiskusikan pertemuan dengan Yang kepada sekutu dan mitra Eropa, kata Gedung Putih.

Biden, yang telah mengenal Xi selama bertahun-tahun, telah melakukan dua panggilan telepon dengan pemimpin Tiongkok tersebut sejak menjadi presiden. Pembicaraan kedua berlangsung selama 90 menit, bulan lalu.

 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN