Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Iklan untuk aset kripto Bitcoin di sebuah jalan di Hong Kong pada 17 Februari 2022. (FOTO: AP/Kin Cheung, File)

Iklan untuk aset kripto Bitcoin di sebuah jalan di Hong Kong pada 17 Februari 2022. (FOTO: AP/Kin Cheung, File)

BoE: Kejatuhan Kripto Menunjukkan Perlunya Aturan yang Lebih Ketat

Rabu, 6 Juli 2022 | 13:48 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

LONDON, investor.id – Bank sentral Inggris (BoE) memperingatkan bahwa krisis aset kripto (cryptocurrency) baru-baru ini yang menghapus lebih dari US$ 2 triliun valuasi. Jatuh bebas ini menyoroti perlunya peraturan keuangan yang lebih ketat, kata BoE, karena crash mengekspos kerentanan di pasar kripto mengingatkan tentang serangan gejolak keuangan sebelumnya.

Volatilitas ekstrem di pasar kripto, termasuk yang disebut stablecoin, menghasilkan aksi jual (fire sales) dan penurunan harga yang diperkuat, kata bank dalam laporan stabilitas keuangan terbaru.

Advertisement

Baca juga: Berlanjut di Zona Merah, Pasar Aset Kripto Juga Masih Belum Bertenaga

Sementara stabilitas keuangan secara keseluruhan tidak terancam, bank khawatir bahwa risiko sistemik akan tumbuh karena aset kripto menjadi lebih terkait dengan sistem keuangan yang lebih luas. Dengan demikian, BoE menyerukan kerangka peraturan dan penegakan hukum yang ditingkatkan.

“Teknologi tidak mengubah hukum ekonomi dan keuangan dan risiko. Sekarang kita perlu membawa sistem regulasi yang akan mengelola risiko tersebut di dunia kripto dengan cara yang sama seperti kita mengelolanya di dunia konvensional,” kata Jon Cunliffe, wakil gubernur untuk stabilitas keuangan, Rabu (6/7).

Bitcoin dan aset kripto lainnya telah jatuh tahun ini, memangkas valuasi total kripto dari US$ 3 triliun pada puncaknya pada akhir 2021 menjadi US$ 900 miliar, kata bank tersebut.

Salah satu kehancuran terbesar melibatkan stablecoin Terra, yang meledak pada Mei 2022, menghapus valuasi puluhan miliar dolar dengan hanya sedikit atau tanpa akuntabilitas sama sekali.

Stablecoin telah dilihat sebagai taruhan yang lebih aman di antara aset kripto lain karena valuasinya kerap dipatok ke mata uang yang didukung pemerintah, seperti dolar Amerika Serikat (AS) atau logam mulia seperti emas.

Pejabat di seluruh Eropa telah meningkatkan pengawasan terhadap industri kripto.

Baca juga: Uni Eropa Sahkan UU Melacak Transaksi Aset Kripto

Departemen Keuangan Inggris telah mengusulkan pengaturan stablecoin yang digunakan sebagai pembayaran. Pekan lalu, Uni Eropa (UE) menandatangani kesepakatan sementara untuk paket peraturan menyeluruh bagi 27 negara anggota blok itu untuk menjinakkan apa yang disebut negosiator utama kesepakatan itu sebagai “Wild West dunia kripto”.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN