Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

BOE Pertahankan Suku Bunga Acuan

Happy Amanda Amalia, Jumat, 8 November 2019 | 16:18 WIB

LONDON, investor.id – Bank of England (BOE) pada Kamis (7/11) memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya pada 0,75%, usai menggelar pertemuan rutin dan sebelum pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) sela Inggris pada bulan depan untuk melaksanakan Brexit.

Bank sentral Inggris itu juga menaikkan perkiraan pertumbuhan Inggris menjadi 1,4% pada 2019, tetapi menurunkan pedoman pertumbuhan 2020 menjadi 1,2%.

Tetapi perkiraan baru - dengan asumsi bahwa Inggris meninggalkan Uni Eropa (UE) dengan kesepakatan pada 31 Januari - itu bertolak belakang dengan prediksi Bank of England sebelumnya yakni 1,3% untuk kedua tahun tersebut.

Menurut risalah pertemuan penetapan suku bunga yang berlangsung Rabu (6/11), pemungutan suara Komite Kebijakan Moneter bank (MPC) menghasilkan tujuh suara (7:2) setuju mempertahankan besaran biaya pinjaman.

“Dua anggota lain lebih memilih pengurangan 25 basis poin dalam suku bunga bank pada pertemuan ini,” demikian bunyi risalah tersebut.

Menurut keduanya, beberapa stimulus tambahan kini diperlukan untuk memastikan kembalinya laju inflasi ke target.

Sementara itu, risalah mencatat risiko penurunan proyeksi MPC dari prospek dunia yang lebih lemah dan diakibatkan ole ketidakpastian Brexit yang lebih persisten bakal memengaruhi pengeluaran perusahaan dan rumah tangga.

Mereka menambahkan: “Bagi sebagian besar anggota komite, sikap kebijakan moneter yang ada sesuai pada pertemuan ini. Meskipun prospek global semakin memburuk, data ekonomi Inggris baru-baru ini, secara keseluruhan menunjukkan tidak terkejut dengan penurunan itu.”

Gubernur BoE Mark Carney, yang ikut ambil bagian dalam keputusan tingkat kedua terakhir, memperingatkan soal prospek global yang suram.

“Pada saat berita tentang prospek politik dan ekonomi tampaknya bergerak setiap jam maka penting untuk mundur dan melihat gambaran yang lebih besar. Secara global, gambaran besar itu telah menjadi gelap,” ujar Carney dalam konferensi pers.

Sekadar informasi, pria kelahiran Kanada itu berencana mengundurkan diri pada akhir Januari tahun depan setelah memperpanjang jabatannya dua kali akibat kekacauan Brexit. Tetapi penggantinya belum diumumkan.

Ada pun tugas utama BoE adalah menggunakan suku bunga sebagai alat untuk menjaga tingkat inflasi Inggris selama 12 bulan agar dekat dengan target yang ditetapkan pemerintah sebesar 2,0%. Namun tingkat inflasi masih bertahan pada level terendah selama tiga tahun, yakni 1,7% pada September.

Sebelumnya, pada Kamis, pemerintah Konservatif Inggris telah membatalkan rencana untuk merilis perkiraan ekonominya sendiri yang ternyata baru diperbarui selang satu jam sebelum diumumkan ke publik.

“Ini tidak lagi berjalan karena Sekretaris Kabinet telah menyimpulkan bahwa ini tidak akan konsisten dengan pedoman pemilihan umum Kantor Kabinet,” demikian disampaikan Badan Tanggung Jawab Anggaran dalam sebuah pernyataan.

Baik Konservatif dan oposisi utama Partai Buruh pada Kamis, sama-sama menjanjikan miliaran pound investasi untuk rumah sakit, sekolah, dan infrastruktur saat mereka berusaha membujuk para pemilih yang lelah menanti pemilu pada 12 Desember.

Sedangkan Perdana Menteri Koservatif Boris Johnson memastikan diakhirinya pengetatan selama satu dekade dengan rencana baru melakukan peminjaman untuk berinvestasi, seraya menyerang rivalnya dari Partai Buruh yang menjanjikan sumbangan lebih besar. (afp/pya)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA