Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto yang diambil pada 29 Juni 2020 memperlihatkan pesawat Boeing 737 MAX tengah mendarat setelah uji terbang oleh Federal Aviation Administration (FAA) di bandara Boeing Field di Seattle, Washington, Amerika Serikat (AS). ( Foto: JASON REDMOND / AFP )

Foto yang diambil pada 29 Juni 2020 memperlihatkan pesawat Boeing 737 MAX tengah mendarat setelah uji terbang oleh Federal Aviation Administration (FAA) di bandara Boeing Field di Seattle, Washington, Amerika Serikat (AS). ( Foto: JASON REDMOND / AFP )

Laporan Kongres AS:

Boeing dan FAA Dipersalahkan Atas 2 Kecelakaan 737 MAX

Kamis, 17 September 2020 | 06:46 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Tim investigasi Kongres Amerika Serikat (AS) dalam laporannya yang dirilis Rabu (16/9) menyebut Boeing selaku produsen, dan Badan Penerbangan Federal AS atau FAA selaku regulator keselamatan udara sebagai pihak yang bersalah atas dua kecelakaan jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX yang menewaskan ratusan orang.

Dalam laporan setebal 239 halaman itu, tim investigasi menggarisbawahi sejumlah kesalahan. Itu termasuk tekanan di Boeing untuk mempercepat beroperasinya MAX untuk tetap bersaing dengan pesawat sejenis dari Airbus. Juga budaya merahasiakan, yang mana Boeing tidak menyembunyikan informasi kunci dari regulator dan juga pengaruh tak semestinya oleh perusahaan atas para pejabat FAA sehingga melemahkan pengawasan.

Laporan ini menandai akhir dari penyelidikan selama 18 bulan oleh Komisi Infrastruktur dan Transportasi Dewan Perwakilan AS terhadap kecelakaan jatuhnya Lion Air, dan Ethiopian Airlines yang menewaskan total 346 orang.

“Laporan kami mengungkapkan temuan-temuan yang menggelisahkan, tentang bagaimana Boeing karena tekanan kompetisi dengan Airbus dan memberikan laba bagi Wall Street, bisa lolos dari pengawasan ketat FAA, menyembunyikan informasi penting dari para pilot sehingga pesawat-pesawat itu dapat beroperasi dan menewaskan 346 orang yang tidak bersalah. Yang paling mengesalkan adalah bagaimana Boeing dan FAA mempertaruhkan keselamatan umum di saat-saat genting di antara dua kecelakaan itu,” tutur Peter DeFazio, ketua komisi asal Demokrat, yang dikutip oleh AFP.

Laporan ini menambah tekanan kepada Boeing maupun FAA yang tengah mengupayakan perbaikan-perbaikan wajib, sebelum pesawat itu dapat terbang kembali. Boeing 737 MAX sudah tidak mengudara di seluruh dunia sejak Maret 2019.

Boeing menyatakan telah memperbarui proses-proses di dalam membentuk organisasi keselamatan baru, dan merestrukturisasi organisasi teknik untuk menghilangkan kekhawatiran-kekhawatiran soal keselamatan di level manajemen senior.

“Sejumlah komisi, tim pakar, dan otoritas pemerintah sudah menelaah isu-isu terkait MAX, dan kami memasukkan banyak rekomendasi dari mereka serta hasil pengkajian internal terhadap 737 MAX, dan proses rancang bangun pesawat secara keseluruhan. Begitu FAA dan regulator lain menetapkan MAX aman untuk terbang kembali, pada saat itu akan menjadi masa pengawasan paling ketat dalam sejarah pesawat dan kami yakin penuh akan keselamatannya,” tutur Boeing.

Sementara FAA menyatakan pihaknya berkomitmen untuk terus menegakkan keselamatan penerbangan dan siap bekerja sama dengan Kongres untuk menjalankan perbaikan-perbaikan yang disebutkan dalam laporan itu. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN