Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Executive Officer (CEO) British Airways Sean Doyle. ( Foto: BRITISH AIRWAYS / AFP )

Chief Executive Officer (CEO) British Airways Sean Doyle. ( Foto: BRITISH AIRWAYS / AFP )

Bos Baru British Airways Minta Karantina Penumpang Diakhiri

Selasa, 20 Oktober 2020 | 08:11 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON, investor.id – CEO baru British Airways Sean Doyle pada Senin (19/10) mendesak Pemerintah Inggris untuk mengakhiri kewajiban karantina terkait virus corona Covid-19 bagi penumpang yang datang dari luar negeri.

“Kita ingin ekonomi bergerak lagi dan itu tidak mungkin jika orang diminta untuk karantina selama 14 hari,” ujar Doyle, pada acara konferensi penerbangan online di London, Inggris, seperti dilansir AFP.

Doyle baru seminggu menggantikan Alex Cruz sebagai CEO British Airways. “Jika melihat negara-negara lain, pemerintahnya memprioritaskna pariwisata dan perjalanan bisnis,” kata dia.

Pada acara yang sama, Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps mengatakan, pemerintah sedang mempertimbangkan beberapa langkah. Seperti pengetesan Covid sekali saja dan waktu karantina lebih pendek.

“Para kolega menteri dan saya setuju dengan pengetesan tunggal oleh swasta dan biayanya ditanggung penumpang, setelah masa isolasi mandirinya selesai. Jadi untuk pengetesan sekali bagi kedatangan internasional akan berlangsung sepekan setelah kedatangan,” tutur Shapps.

Tapi Doyle tidak yakin dengan langkah pemerintah itu. Menurut dia, jika masa karantina dipangkas menjadi tujuh hari, orang-orang tetap tidak akan bepergian dan Inggris akan tertinggal dari negara-negara lainnya.

Maskapai penerbangan seluruh dunia saat ini dihadapkan pada kesulitan untuk pulih dari dampak Covid-19. Untuk dapat bertahan, para maskapai menjalankan program pemangkasan biaya secara besar-besaran.

British Airways sudah memangkas ribuan lapangan kerja. Dan bulan lalu mengumumkan kepergian mendadak Cruz. Adapun Doyle pernah menjadi Aer Lingus, yang seperti British Airways merupakan anak usaha dari IAG. 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN