Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Brexit Belum Berdampak ke Ekonomi Inggris

Jumat, 16 September 2016 | 06:46 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

LONDON – Bank of England (BoE) pada Kamis (15/9) mempertahankan suku bunga acuan pada rekor terendah 0,25%, karena belum ada indikasi hasil referendum Brexit berdampak buruk terhadap perekonomian.

 

Usai rapat kebijakan moneter rutin di markasnya, London, BoE memperkirakan laju perlambatan produk domestik bruto (PDB) Inggris pada paruh kedua 2016 lebih kecil dari perkiraan. Sebab data-data ekonomi lebih baik dari perkiraan pascareferendum 23 Juni 2016, yang menunjukkan Inggris akan meninggalkan Uni Eropa (UE).

 

Hasil referendum tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan analis tentang mengapa BoE bulan lalu memangkas suku bunga acuan dari level 0,50%. Gubernur BoE Mark Carney pekan lalu membela keputusan tersebut, dengan dalih atas tindakan tersebut perekonomian terbantu pascareferendum Brexit.

 

Risalah hasil pertemuan kebijakan terbaru menekankan bahwa bank sentral masih bisa memangkas lagi suku bunga sebelum akhir tahun menjadi sedikit di atas nol persen. “Yang menarik adalah meski data-data melebihi perkiraan, sebagian besar anggota BoE masih berpikir akan memangkas lagi suku bunga tahun ini,” ujar Neil Wilson, analis pasar dari ETX Capital.

 

Konsensus di kalangan analis adalah BoE akan memangkas suku bunga acuan menjadi 0,10% pada November 2016, setelah Carney belum lama ini mengingatkan bahwa Inggris masih berisiko jatuh ke dalam resesi terkait Brexit. Namun peluang tersebut telah mengecil dalam beberapa pekan terakhir.

 

BoE menambahkan pada Kamis bahwa pihaknya pada pertemuan September juga memutuskan untuk tidak menaikkan jumlah kucuran stimulus tunai ke perekonomian Inggris. (afp/sn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN