Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa saham Asia.  Foto ilustrasi: Istimewa

Bursa saham Asia. Foto ilustrasi: Istimewa

Bursa Saham Asia Dibuka Terkoreksi

Listyorini, Rabu, 8 April 2020 | 08:00 WIB

JAKARTA, Investor.id - Saham-saham di Asia Pasifik dibuka terkoreksi pada Rabu pagi (8/4/2020). Investor khawatir meluasnya wabah virus corona (Covid-19) di kawasan ini, dan juga menunggu langkah-langkah sejumlah negara dalam memerangi pandemi virus.

Saham-saham di Australia memimpin kerugian di antara pasar utama di kawasan itu, dengan S&P / ASX 200 turun 1,81%. Harga saham bank-bank besar seperti Commonwealth Bank of Australia dan Westpac masing-masing turun lebih dari 3%.

Di Jepang, Nikkei 225 tergelincir 0,49% pada awal perdagangan sementara indeks Topix turun 0,24%. Di Korea Selatan, Kospi turun 0,84% dan indeks Kosdaq turun 1,15%. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,4% lebih rendah.

Perkembangan pandemi Covid-19 masih terus menjadi fokus para investor. Mereka mencermati langkah-langkah yang dilakukan negara-negara di Asia Pasifik dalam mencegah perkembangan virus, seperti kebijakan social distancing yang lebih ketat.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe hari Selasa menyatakan keadaan darurat untuk memerangi infeksi Covid-19 di pusat-pusat populasi utama. Singapura juga mengesahkan serangkaian undang-undang yang melarang pertemuan sosial dalam ukuran apa pun di area pribadi dan publik, menurut laporan media setempat.

Sementara itu, Tiongkok mencabut pembatasan perjalanan di Wuhan - pusat virus di Cina daratan - mulai Rabu, menandai berakhirnya penutupan yang dimulai pada 23 Januari.

Secara global, lebih dari 1,4 juta telah terinfeksi Covid-19, dan setidaknya 81.000 nyawa telah diambil, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas John Hopkins.

Sumber : REUTERS

BAGIKAN