Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Atlanta, Georgia. ( Foto: Tami Chappell / AFP )

Kantor Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Atlanta, Georgia. ( Foto: Tami Chappell / AFP )

CDC: Masyarakat AS yang Sudah Divaksin Harus Pakai Masker

Kamis, 29 Juli 2021 | 06:09 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Masyarakat yang telah divaksinasi Covid-19 dan tinggal di daerah-daerah berisiko tinggi di Amerika Serikat (AS) harus kembali memakai masker di dalam ruangan. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) pada Selasa (27/7) waktu setempat, kembalinya ke pedoman pemakaian masker ini menggarisbawahi perjuangan negara untuk menekan penularan varian Delta.

Pengumuman yang disampaikan Presiden Joe Biden menunjukkan, bahwa Amerika perlu melakukan vaksinasi yang lebih baik. Dia juga menambahkan, mandat vaksin untuk lebih dari dua juta pekerja federal negara itu sekarang berada dalam pertimbangan.

Data baru yang ditunjukkan Direktur CDC Rochelle Walensky memperlihatkan kasus-kasus terobosan langka yang melibatkan varian Delta, memiliki peningkatan risiko penularan selanjutnya.

“Di daerah dengan transmisi substansial dan tinggi, CDC merekomendasikan orang-orang yang telah divaksinasi lengkap untuk memakai masker di tempat-tempat umum di dalam ruangan,” ujar Walensky yang dikutip AFP.

Pemakaian masker itu termasuk di sekolah. Demikian ditambah Walensky yang menuturkan bahwa CDC juga merekomendasikan agar semua orang di sekolah dasar memakai masker di dalam ruangan, termasuk guru, staf, siswa, dan pengunjung, terlepas status vaksinasinya.

Sebelumnya pada Minggu (25/7), Kepala Penasihat medis Gedung Putih Dr. Anthony Fauci menyebutkan, bahwa CDC sedang mempertimbangkan apakah akan merevisi panduan masker untuk masyarakat Amerika yang sudah divaksinasi.

“Ini situasi yang dinamis. Ini adalah pekerjaan yang sedang berjalan, berkembang seperti di banyak area pandemi lainnya. Anda harus melihat datanya,” tutur Fauci, yang juga direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, kepada CNN.

CDC sendiri sempat mempertahankan keputusan pada Mei bahwa masyarakat yang telah divaksinasi tidak perlu memakai masker di dalam ruangan.

“Pandemi ini terus menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan semua orang Amerika. Hari ini, kami memiliki ilmu baru terkait varian Delta yang mengharuskan kami memperbarui panduan tentang apa yang dapat Anda lakukan ketika Anda sudah memperoleh vaksinasi lengkap,” kata Walensky kepada wartawan melalui telepon, yang dikutip CNBC.

Pembaruan panduan dilakukan menjelang musim gugur, di saat varian Delta yang sangat menular diperkirakan menyebabkan lonjakan baru kasus virus corona, serta semakin banyak perusahaan besar yang berencana menerapkan bekerja dari kantor.

Jumlah infeksi di AS kini telah membengkak dan varian Delta menyumbang sekitar 90% kasus. Rata-rata tujuh hari terbaru dari kasus harian mencapai lebih dari 56.000, mirip dengan level yang terakhir terlihat pada April.

Secara total, lebih dari 610.000 orang telah meninggal dunia karena Covid-19 di AS. Walau sebanyak 49% dari populasi AS telah divaksinasi lengkap, tingkat vaksinasi masih sangat condong ke bagian politik liberal negara itu.

Walensky menekankan bahwa penggunaan masker merupakan tindakan sementara. “Apa yang benar-benar perlu kita lakukan untuk menurunkan transmisi ini di daerah dengan transmisi tinggi adalah membuat semakin banyak orang divaksinasi,” ujarnya.

Menurut sebuah makalah baru-baru ini di jurnal Virological, jumlah virus yang ditemukan pada tes pertama pasien dengan varian Delta adalah 1.000 kali lebih tinggi daripada pasien pada gelombang pertama virus pada 2020, dan sangat meningkatkan risiko penularannya.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN