Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ratusan calon penumpang mengenakan masker pelindung antre di aula keberangkatan stasiun kereta Kowloon Barat di Hong Kong, Kamis (23/1/2020). Foto: Philip FONG / AFP

Ratusan calon penumpang mengenakan masker pelindung antre di aula keberangkatan stasiun kereta Kowloon Barat di Hong Kong, Kamis (23/1/2020). Foto: Philip FONG / AFP

SELURUH PERAYAAN IMLEK DIBATALKAN

Cegah Penyebaran Virus, Akses ke Kota-kota Ditutup

Happy Amanda Amalia, Sabtu, 25 Januari 2020 | 09:15 WIB

WUHAN, investor.id – Pemerintah telah menutup akses keluar masuk pada dua kota di Tiongkok yang berpenduduk hampir 20 juta, pada Kamis (23/1) karena dipandang sebagai pusat wabah virus yang mematikan. Pemerintah juga mengeluarkan larangan untuk pesawat dan kereta melakukan perjalanan, sebagai bagian dari langkah luar biasa untuk mencegah penyebaran virus ke negara-negara lain.

Media pemerintah pun melaporkan bahwa departemen pariwisata dan budaya kota telah membatalkan semua perjalanan wisata kelompok hingga 8 Februari.

Bahkan acara-acara Tahun Baru Imlek berskala besar di Beijing, Tiongkok telah dibatalkan sebagai bagian dari upaya nasional untuk mengendalikan penyebaran virus baru mirip SARS.

Demikian pengumuman pemerintah kota, pada Kamis. Pemerintah kota Wuhan juga telah membatalkan acara publik besarbesaran untuk merayakan liburan Tahun Baru Imlek, yang dimulai Jumat (24/1), termasuk pameran di kuil – yang telah menarik banyak wisatawan dalam beberapa tahun terakhir – untuk memperkuat langkah pencegahan dan dukungan.

Seperti diketahui, virus korona mirip Sindrom Pernafasan Akut Parah atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang menyerang saluran pernapasan itu telah merenggut 17 jiwa sejak kasus pertama muncul dari pasar makanan laut dan hewan di Wuhan.

Virus tersebut dilaporkan telah menginfeksi ratusan orang lainnya di seluruh negeri dan terdeteksi sampai ke Amerika Serikat (AS). Jalan-jalan dan pusat-pusat perbelanjaan di Wuhan – yang menjadi kota pelabuhan utama di provinsi Hubei tengah, berpenduduk 11 juta jiwa – tampak sepi setelah pihak berwenang meminta warga untuk tidak meninggalkan kota tanpa alasan khusus.

Jadwal perjalanan kereta api dan pesawat-pesawat yang akan meninggalkan Wuhan telah ditunda sampai batas yang tidak ditentukan. Jalan-jalan tol mengarah keluar kota juga ditutup sehingga memicu ketakutan dan kepanikan bagi mereka yang terjebak.

Selang beberapa jam kemudian, pihak berwenang Huanggang mengumumkan jadwal layanan angkutan umum dan kereta api akan mengalami penundaan pada tengah malam. Sementara itu, warga di minta untuk tidak meninggalkan kota yang berpenduduk 7,5 juta jiwa. Bahkan, semua bioskop, kafe internet, dan pasar sentral di Huanggang akan tutup.

Sedangkan di kota ketiga, Ezhou – yang berpenduduk 1,1 juta jiwa – telah mengumumkan penutupan untuk sementara pada hari sebelumnya.

“Kami merasa seolah-olah itu adalah akhir dari dunia,” cuit salah seorang warga Wuhan di Weibo, sebuah platform mirip Twitter, di Tiongkok. Dia juga menyuarakan kekhawatiran soal kekurangan makanan dan disinfektan. Ketika pengumuman karantina de facto disampaikan, cuitan lain menyebutkan bahwa langkah itu ibarat berada di “ambang air mata” karena penderitaan ini harus dirasakan pada malam menjelang libur Tahun Baru Imlek.

Bingung dan Takut

Menurut laporan, terdapat lebih dari 570 orang telah terinfeksi virus di seluruh Tiongkok – di mana sebagian besar kasus ditemukan di Wuhan, yang memiliki pasar makanan laut juga menjual hewan liar ilegal yang telah diidentifikasi sebagai pusat penyebaran.

Virus korona telah memicu peringatan karena memiliki kemiripan dengan SARS yang telah menewaskan hampir 650 orang di seluruh daratan Tiongkok dan Hong Kong pada 2002-2003. Sama seperti SARS, virus korona baru ini juga dapat menular ke orang-orang melalui saluran pernapasan. Kasus pertama dari virus baru tersebut telah dikonfirmasi pada 31 Desember, dan sejak itu virus terdeteksi di Jepang, Hong Kong, Makau, Korea Selatan, Taiwan, Thailand dan Amerika Serikat.

Tercatat, 17 orang yang meningga dunia di Tiongkok berusia antara 48-89 tahun, dan memiliki kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya,” demikian disampaikan otoritas kesehatan Tiongkok, pada Kamis.

Sedangkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (22/1) menunda keputusan, apakah akan mengumumkan darurat kesehatan global – instrumen langka yang hanya digunakan untuk wabah terburuk. Komite darurat dijadwalkan bertemu lagi pada Kamis, setelah para ahli berbeda pendapat soal pernyataan darurat kesehatan masyarakat.

Menurut, Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus masih diperlukan informasi lebih banyak lagi. Tetapi dia memuji langkah-langkah Tiongkok yang sangat, sangat kuat yang dapat membantu mengendalikan epidemic dan “meminimalisir kemungkinan wabah ini menyebar secara internasional”. (afp)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN