Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kotak berisi vaksin Moderna Covid-19 sedang disiapkan untuk dikirim di pusat distribusi McKesson, di Olive Branch, Mississippi, Amerika Serikat (AS) pada 20 Desember 2020. ( Foto: Paul Sancya / POOL / AFP )

Kotak berisi vaksin Moderna Covid-19 sedang disiapkan untuk dikirim di pusat distribusi McKesson, di Olive Branch, Mississippi, Amerika Serikat (AS) pada 20 Desember 2020. ( Foto: Paul Sancya / POOL / AFP )

Covax Teken Kesepakatan untuk 500 Juta Dosis Vaksin

Selasa, 4 Mei 2021 | 06:17 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JENEWA, investor.id – Program ekuitas vaksin global, Covax, menyatakan telah mencapai kesepakatan untuk membeli 500 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Moderna. Tambahan dosis dari vaksin itu diperkirakan paling cepat masuk pada Oktober mendatang.

Langkah ini dapat memperluas portofolio vaksin dalam skema Covax, yang sampai sekarang masih sangat bergantung pada vaksin AstraZeneca dan sedang mengalami penundaan.

Menurut pengumuman yang disampaikan wakil pemimpin skema Covax Gavi, dosis-dosis vaksin Moderna tersebutdiprediksi mulai memasok Covax pada kuartal terakhir 2021 dengan 34 juta dosis yang tersedia sebelum akhir tahun. Selanjutnya, 466 juta dosis akan menyusul pada 2022.

Keberadaan fasilitas Covax sendiri bertujuan memastikan akses vaksinasi bagi negara-negara miskin, dengan biaya ditanggung oleh para pendonor. Sedangkan negara-negara kaya dapat membeli secara massal melalui skema tersebut.

Fasilitas Covax itu dipimpin bersama oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), aliansi vaksin Gavi, dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi. Skema ini bertujuan mendistribusikan dosis yang cukup untuk melaksanakan memvaksinasi hingga 27% dari populasi di 92 wilayah termiskin yang berpartisipasi dalam program tersebut pada akhir tahun.

“Kami sangat senang menandatangani perjanjian baru ini dengan Moderna, kaena memberikan peserta fasilitas Covax akses ke vaksin yang sangat mujarab,” ujar CEO Gavi Seth Berkley, yang dikutip AFP, pada Senin (3/5).

Berkley menambahhkan, dengan memperluas dan memiliki portofolio yang beragam selalu menjadi tujuan inti bagi Covax, dan untuk tetap dapat beradaptasi dalam menghadapi pandemi yang terus berkembang ini - termasuk meningkatnya ancaman yang ditimbulkan oleh varian baru.

“Kesepakatan itu merupakan langkah lebih jauh ke arah itu. Perjanjian tersebut juga berisi opsi-opsi untuk potensi akses masa depan ke vaksin Moderna yang telah disesuaikan dengan varian virus,” tutur dia.

Peristiwa Penting

Sebagai informasi, agar sebuah vaksin memenuhi syarat untuk program Covax maka vaksin harus mendapat izin dari WHO.

Menurut laporan, WHO akan menandatangani vaksin Moderna pada Jumat (7/5). Sejauh ini, Covax telah mengirimkan lebih dari 49 juta vaksin Covid-19 secara global. Hasil hitungan AFP, menunjukkan vaksin Moderna telah digunakan di 46 wilayah di seluruh dunia.

Menyambut perjanjian Covax, CEO Moderna Stephane Bancel mengatakan: “Ini adalah peristiwa penting saat kami bekerja untuk memastikan bahwa orang-orang di seluruh dunia memiliki akses ke vaksin Covid-19 kami. Kami menyadari banyak negara memiliki sumber daya yang terbatas untuk mengakses vaksin Covid-19. Kami mendukung misi Covax untuk memastikan akses yang luas, terjangkau, dan adil ke vaksin Covid-19, dan kami tetap berkomitmen untuk melakukan segala yang kami bisa untuk mengakhiri pandemi yang sedang berlangsung ini dengan vaksin mRNA Covid-19 kami.”


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN